0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Meski Renta, Kakek ini Masih Semangat, Bahkan Memberi Nasehat

Kakek renta, Gilet saat melepas lelah di kawasan Shelter Manahan (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Peluh keringat bercucuran di tubuh kakek Gilet. Pria berusia 71 tahun asal Sumatera Utara (Sumut) ini seakan tak kenal lelah untuk menjajakan barang dagangannya di Kota Solo.

Semangat bertahan hidup kakek yang sebatang kara ini nekat mengadu nasib di Kota Bengawan. Pulang ke kampung halaman di Sumut seakan menjadi angan belaka, lantaran tidak cukupnya uang untuk pulang kampung. Disisi lain, dia juga tidak memiliki sanak saudara lagi di kampung halamannya.

“Sudah dua tahun ini di Solo. Jualan dagangan untuk nyambung hidup,” kata Kakek Gilet saat berbincang dengan Timlo.net di seputaran Stadion Manahan, Minggu (15/4) pagi.

Bermodal sepeda angin serta barang dagangan yang meliputi asesoris dan mainan anak itu, seluruh penjuru Kota Solo nampaknya telah dijelajahi oleh Kakek Gilet. Kerja keras dan peluh keringat untuk mengais rejeki ini tak sebanding dengan hasil yang dia dapat. Dalam sehari, pendapatan tak tentu.

“Kadang dapat Rp 30 ribu, Rp 20 ribu kadang pernah juga Rp 10 ribu atau malah sama sekali gak dapat rejeki. Gak mesti pokoknya,” ungkap Kakek Gilet.

Terkait tempat tinggal yang dia diami saat ini, Kakek Gilet mengaku sama sekali tidak memiliki tempat tinggal. Jika dia capek, dia menyandarkan badan di tempat teduh dan beristirahat. Sedangkan untuk malam hari, dia biasa tidur di pos ronda atau bahkan emperan toko.

Hidupnya yang terus berkelana dia lakoni dengan sabar. Dia memiliki keyakinan, selama mau berusaha rejeki akan selalu hadir.

“Kalau masalah cukup dan gak cukup itu masalah pribadi masing-masing. Ada orang kaya yang merasa kurang dan ada orang miskin yang malah merasa cukup. Tergantung kita menyikapi,” begitu nasehat Kakek Gilet usai meminum segelas air lalu melanjutkan aktifitas berjualannya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge