0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penasihat Hukum Pakubuwana XIII Sindir Gerakan Istana Mataram

Penandatangan MoU Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) (foto: Setyo Pujis)

Solo – Penasihat Hukum SISKS Pakubuwana XIII Hangabehi, KPA Ferry Firman Nurwahyu mengkritik kegiatan Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) di Solo yang digelar sejak Jumat (13/4) kemarin. Ia menyoal keterlibatan GKR Koes Murtiyah Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng sebagai Sekretaris Jenderal dalam forum tersebut.

“Yang namanya forum raja-raja nusantara berarti yang ikut harus rajanya. Nah dia (Gusti Moeng) itu siapa kok mengaku-ngaku sebagai perwakilan Keraton Surakarta,” kata Ferry, Sabtu (14/4).

Meski mencibir kegiatan tersebut, Ferry mengaku Keraton belum menetukan sikap terhadap salah satu adik kandung Pakubuwana XIII tersebut. Pasalnya, saat ini Ferry dan Moeng tengah berperkara di Pengadilan Negeri Surakarta.

“Nanti ada waktunya sendiri (untuk menyikapi) masalah forum itu. Tenang saja,” kata dia.

Seperti diketahui, ratusan perwakilan dari 32 kerajaan se-Nusantara mengadakan kirab dari Hotel Royal Heritage, Gladag menuju Wisma Boga, Solo Baru. Acara tersebut sekaligus menandai berdirinya Yayasan Istana Mataram.

Yayasan yang digawangi Gusti Moeng bersama suaminya, KP Eddy Wirabhumi ini bertujuan meningkatkan peran kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam perekonomian Indonesia.

Terkait komentar yang dilontarkan Ferry, Edy menilainya kurang memahami permasalahan. Pasalnya, Yayasan Istana Mataram tidak memiliki hubungan struktural dengan FKIKN maupun forum sejenis yang bernama Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).

“Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Keraton. Jangan salah paham,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge