0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Forum Silurahmi Keraton Nusantara Dorong Revitalisasi Budaya

Penandatangan MoU Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) (foto: Setyo Pujis)

Solo Baru — Pemerintah bersama Forum Silurahmi Keraton Nusantara (FSKN) berkomitmen untuk mendorong proses revitalisasi budaya maritim. Komitmen untuk melakukan revitalisasi tersebut dituangkan dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang ditanda tangani bersama di Ballroom Wisma Boga.

“MoU ini bukan sesuatu yang ujug-ujug (tiba-tiba, red). Tapi sudah melalui proses panjang. Bahkan Presiden dan FSKN sendiri sebelumnya sudah bertemu dan menyepakati sejumlah poin, selanjutnya ditindaklanjuti dalam MoU hari ini, ” ujar Staf Koordinator Bidang Kemaritiman, Agus Purwoto kepada wartawan, Sabtu (14/4).

Menurutnya, komitmen dengan lintas stakeholder termasuk dengan para keraton se-Nusantara tersebut dianggap cukup penting. Pasalnya ketika berbicara mengenai revitalisasi kebudayaan, Keraton memiliki peran yang cukup vital.

“Alasan kita ingin mengembangkan dan melestarikan budaya maritim, karena keraton nusantara selama ini berlokasi di tepi garis pantai dan sungai. Sehingga kalau hal ini bisa terkonektivitas, harapan kita bisa memaksimalkan potensi yang ada secara maksimal, ” jelasnya.

Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton se- Nusantara (FSKN) Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat dalam kesempatan yang sama menambahkan, dalam penandatangan MoU untuk mengembangkan potensi kemaritiman itu ada sejumlah poin yang disepakati.

Diantaranya adalah pembangunan wisata bahari, pengembangan literasi budaya bahari, wawasan bahari, peran kota dan pelabuhan bersejarah, kearifan bahari, pembangunan SDM bahari, dan peningkatan ekonomi bahari dengan melibatkan keraton.

“Sebagai langkah konkrit untuk melakukan revitalisasi tersebut ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama revitalisasi fisik maupun non fisik, ” terangnya.

Untuk revitalisasi fisik, lanjut dia, dilakukannya pembenahan pada bangunan cagar budaya dan peninggalan sejarah lainnya. Sedangkan revitalisasi non fisik, diantaranya adat istiadat, kesenian, tradisi dan sebagainya.

Sementara itu, salah satu inisiator Gerakan Istana Mataram, KP Eddy Wirabhumi mengatakan, upaya untuk bisa melakukan sinergisitas sudah saatnya dilakukan. Istana Mataram sendiri, saat ini sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan level dunia.

Mereka siap membantu untuk melakukan revitalisasi budaya melalui investasi yang akan dilakukan.

“Karena kalau ingin membenahi infrastruktur masih banyak yang harus dilakukan. Untuk Solo sendiri, kita harapkan dengan adanya upaya ini bisa mampu mendorong peningkatan potensi pariwisata. Dengan demikian long of stay dari para wisatawa saat berkunjung ke Solo semakin lama, ” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge