0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

ISI Surakarta Gelar Pertunjukan Musik Kalatidha

Wahyu Thoyyib Pambayun memainkan musik (timlo.net/heru gembul)

Solo – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar pertunjukkan musik Kalatidha, di Teater Besar ISI Surakarta, Jumat (13/4). Pertunjukan ini merupakan tugas akhir Pascasarjana Penciptaan Musik ISI Surakarta, Komposer Wahyu Thoyyib Pambayun.

“Saat ini, kita hidup pada zaman di mana orang yang berbuat tercela mendapat peluang, sementara orang yang berbuat baik justru terdesak ke tempat paling pinggir. Kita hidup pada zaman, di mana aturan dibuat untuk dilanggar, kita hidup pada zaman di mana ambiguitas antara kebenaran dan dusta semakin nyata,” ungkap Wahyu mengawali sinopsisnya di depan wartawan, di Kampus ISI Surakarta, Jumat (13/4).

Betul-betul dilematis hidup di zaman edan ini, lanjut Wahyu, serba gagap untuk memposisikan diri, serba gagap untuk menangkal pengaruh buruk dari lingkungan sekitar, ikut hanyut dalam keadaan atau masih berpegang teguh pada jati diri masing-masing. Alternatif solusi bagaimana seorang manusia harus berbuat dan bersikap dalam menghadapi zaman edan, telah dituliskan pada tahun 1860 oleh seorang Pujangga Jawa, yaitu Ranggawarsita. Ajaran tersebut dimuat dalam karya sastra yang berjudul Serat Kalatidha. Kendati telah berusia satu abad, bobot kebenaran Serat Kalatidha sebagai nilai moral sanggup menembus waktu hingga saat ini.  Substansi Serat Kalatidha sungguh masih aktual dan apresiatif.

“Pertunjukan musik Kalatidha berusaha untuk menggambarkan secara musikal isi dari Serat Kalatidha,” ungkapnya.

Wahyu Thoyyib Pambayun adalah seorang dalang, musisi dan komposer gamelan Jawa, lahir di Wonogiri 5 April 1994. Lahir dari lingkungan keluarga seni, sejak kecil akrab dengan gamelan dan wayang kulit. Ia masuk pendidikan formal kesenian di SMK N 8 Surakarta Jurusan Karawitan, kemudian menyelesaikan studi S-1 di Institut Seni Indonesia Surakarta Jurusan Karawitan. Saat ini, ia sedang menempuh jenjang S-2 Penciptaan Musik di Pascasarjana ISI Surakarta.

Sebagai dalang, ia pernah mendapatkan penghargaan penyaji terbaik dalam Festival Dalang Remaja tingkat Jawa Tengah tahun 2012. Sebagai musisi, ia aktif dalam beberapa karya komposer seperti: Rahayu Supanggah dan Peni Candrarini. Ia juga sering terlibat misi kesenian baik pentas maupun workshop di berbagai negara, diantaranya: Singapore (2011), France (2012), China (2014), Australia, Belanda, Inggris dan Skotlandia (2017). Selain itu ia pernah terlibat kolaborasi dengan beberapa seniman antara lain Philip Graulty (USA), Cecile Hurbault (France), Arnaund Hallet (France), Rodrigo Parejo (Spain), Blessing Chimanga (Zimbabwe), Neil Chua (Singapore), Ellen Jordan (Wales).

Musisi Kalatidha dimainkan, antara lain oleh Nanang Bayuaji, Ludyan Marshali Nova, Rohmadin, Harun Ismail, Rohsit  Sulistyo, Lidia Ningsih, Gandhang Gesy Wahyuntara, Adham Risang Tetuko, Panji Probo Asmoro, Rudy Abimantrana, Nanang Sulistya, Didin Tri Hanyokro Wibowo, Risky Handayany, Sri Sekar Rabulla Yanuar Dani, Diki Sebtianto dan Hermawan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge