0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Saksi Sebut Benjolan Setnov Sebesar Bakpao Jadi Lelucon

Setya Novanto (Setnov) (sumber: dpr.go.id)

Timlo.net – Sidang lanjutan kasus dugaan perintangan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto (Setnov) dengan terdakwa Fredrich Yunadi digelar. Salah satu saksi yang juga mantan staf Fredrich Yunadi, Achmad Rudyansyah menganggap benjolan di kepala Setnov sebesar “bakpao” merupakan sebuah lelucon.

“Secara tidak langsung saya tidak tahu tetapi lelucon,” kata Rudyansyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/4).

Dalam perkara ini, Fredrich didakwa bekerja sama untuk menghindarkan Ketua DPR Setya Novanto untuk diperiksa KPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi e-KTP.

Terkait hal itu, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan pun mengkonfirmasi kepada saksi kenapa hal itu dianggap lelucon.

“Ya maksudnya di media kan jadi lelucon,” ucap Rudyansyah.

Dalam kesaksiannya, Rudyansyah sempat diperintahkan Fredrich untuk mengecek fasilitas di Rumah Sakit Medika Pertama Hijau pada 16 November 2017.

Fredrich juga memerintahkan Rudyansyah untuk menghubungi dokter Alia saat tiba di RS Medika Permata Hijau untuk menanyakan soal fasilitas kesehatan tersebut.

Dokter Alia sendiri saat itu menjabat sebagai Plt Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau.

Fredrich didakwa pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Pasal itu mengatur mengenai setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa maupun para saksi dalam perkara korupsi.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge