0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemkot Dukung Pembuatan Kampung Kreatif di Solo

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan (dok.timlo.net/ist)

Solo — Dinas Pariwisata Solo mendukung sepenuhnya pembuatan kampung kreatif di Kota Bengawan. Kampung kreatif adalah kampung yang dihias sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan yang unik dan menarik. Penghiasan kampung ini bisa melalui mural jalanan dan tembok, hiasan pada gapura atau pos ronda.

“Kita dukung sepenuhnya. Sekarang kebutuhan masyarakat kita di dunia media sosial adalah kebutuhan visual. Karenanya kenapa tidak kita bikin seperti kampung warna-warni, atau kampung mural, kalau warganya kompak, tentu akan menjadi keunikan tersendiri,” papar Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, Selasa (10/4).

Dikatakan, saat ini wisata kampung kota memang belum diperhitungkan sebagai seauatu yang bisa mendongkrak kedatangan wisatawan. Namun jika dilakukan terus menerus, akan bisa menjadi branding yang baik bagi Kota Solo.

“Kalau potensi wisata, mungkin hanya wisatawan lokal saja, tetapi itu juga bisa membantu branding kita, apalagi kita merupakan salah satu dari jejaring kota kreatif,” ujar mantan Kepala DKP ini.

Selain dukungan bagi kampung kreatif warna-warni, dirinya mengajak warga masyarakat yang memiliki situs cagar budaya di wilayahnya untuk bisa membuat sesuatu berdasarkan cagar budaya tersebut. Hasta berandai-andai, dari puluhan bangunan cagar budaya yang ada di Solo bisa menggerakkan potensi wisata masyarakat, tentu ini akan banyak membantu Pemkot.

“Misalnya di Ponten Banjarsari itu atau Omah Lowo, kampung bisa membuat program untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai public space dan kegiatan kesenian serta kebudayaan. Nanti kita bantu penyususnan programnya. Nah, kreatifitas seperti itu yang nantinya bakal bisa mendongkrak wisata kita,” kata dia.

Lebih jauh, Hasta mengaku akan segera melakukan pembuatan program terkait dengan BCB (Benda Cagar Budaya) tersebut. Program ini akan menyasar wisata berbasis kampung kota dengan BCB sebagai pusat dari kegiatannya.

“Ya macam-macam, bisa menyangkut pendidikan sejarah, dongeng tentang BCB itu, atau kegiatan yang lain,” tutupnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge