0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Soal BST, Pemkot Beri Tenggat Satu Bulan untuk Damri

Batik Solo Trans (BST) (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membantah perkara dengan Perum Damri terkait pengalihan lima dari dua puluh armada Batik Solo Trans (BST) Koridor I sudah selesai. Pemkot justru menuntut Damri bertanggung jawab segera mengembalikan armada tersebut ke Solo.

“Saya beri tenggat waktu satu bulan untuk membuat surat pemberitahuan secara tertulis,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/4).

Rudy –sapaan akrab Walikota Solo, geram karena Damri lancang mengalihkan lima armada tersebut. Tiga dioperasikan di Magelang, dua sisanya di Temanggung. Pasalnya, bus-bus tersebut diperoleh Pemkot dari hibah Kementerian Perhubungan tahun 2014. Pemkot merangkul Damri sebagai operator dengan kerja sama pinjam pakai. Memorandum of Understanding (MoU) antara Damri dan Pemkot ditandatangani 14 Mei 2014.

“Di MoU jelas disebutkan, Damri memberi jaminan kepada Pemkot untuk menggunakan barang milik daerah itu sesuai peruntukannya. Peruntukannya ya untuk Koridor I. Bukan malah dialihkan ke daerah lain,” kata Rudy.

Bahkan di klausul lain disebutkan, Pemkot berhak menghentikan kerja sama tersebut secara sepihak jika Damri melanggar kesepakatan. Rudy menuding Damri telah menghina Pemkot dengan mengalihkan armada tersebut secara diam-diam.

“Seharusnya kalau mau melakukan perubahan apa pun, kita harus diberi tahu. Jangan seperti sekarang ini. Tahu-tahu sudah di Temanggung dan Magelang,” kata Rudy.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge