0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Warga HP 105 Diperlakukan Beda, Ini Penjelasan Walikota

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Demonstrasi yang digelar warga Jebres Tengah di halaman Balaikota Solo agaknya kurang ampuh untuk mengubah sikap Pemerintah Kota Solo. Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo bersikukuh menggusur puluhan hunian liar di lahan Hak Pakai (HP) 105 milik Pemkot.

“Jangan disamakan dengan hunian di lahan pemerintah yang lain. Ini kasusnya beda,” kata Rudy –sapaan akrab Walikota Solo, Senin (9/4).

Dalam tuntutannya, sejumlah warga pemilik hunian liar di HP 105 meminta perlakuan yang sama dengan hunian liar di lahan pemerintah yang lain. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot melepas sejumlah bidang tanah untuk dihibahkan kepada warga yang menempati lahan tersebut. Di antaranya HP 11 di Kelurahan Semanggi, HP 10 Kelurahan Tipes, serta HP 40 dan HP 43 Kelurahan Pucangsawit. Tanah-tanah tersebut dihibahkan Pemkot kepada warga yang menghuninya secara liar selama bertahun-tahun.

“Itu dulu ada sebabnya. Tidak begitu saja kita hibahkan,” kata Rudy.

Tanah yang dihibahkan Pemkot, terangnya, merupakan tanah yang memang tidak digunakan Pemerintah. Dalam kasus lain, seperti di Semanggi, tanah dihibahkan karena lokalisasi di sana ditutup. Sebagai gantinya, warga diberi tanah bersertifikat hak milik.

“Lha yang HP 105 ini kan mau kita pakai untuk Solo Techo Park,” kata dia.

Pemkot sendiri sudah mengupayakan cara-cara persuasif. Untuk warga ber-KTP Solo, Pemkot menawarkan ganti rugi berupa hak tinggal di Rusunawa. Sedangkan untuk warga dengan KTP daerah lain, Pemkot hanya bisa memberikan ongkos bongkar dan transportasi.

“Kita sudah pakai cara-cara kemanusiaan. Tapi sana tidak mau, ya sudah,” cetus Rudy.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Warga Jebres Tengah, Solo menggelar aksi unjukrasa di simpang empat Gladak, Senin (9/4) pagi. Aksi tersebut diikuti oleh puluhan warga Jebres Tengah. Aksi ini dilakukan terkait polemik kepemilikan HP 105 yang dihuni oleh warga.

“Hari ini kita menuntut pemerintah kita yang dengan semena-mena mengusir warga yang sudah puluhan tahun tinggal di sana dan mematikan hak hidup dengan merampas lahan pencarian nafkah warga,” ucap koordinator aksi, Edho Johan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge