0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Info Pemutihan SIM, Benar Apa Hoax?

(capture facebook/Agung Widodo)

Sragen – Satlantas Polres Sragen memastikan tidak ada pemutihan Surat Ijin Mengemudi (SIM) secara nasional yang banyak bertersebar di media sosial. Bagi pemilik SIM yang terlambat mengurus kembali mengulang seperti membuat SIM baru.

“Tidak ada kebijakan pemutihan SIM yang mati atau kedaluwarsa seperti yang beredar di media sosial. Saya sudah pastikan itu berita hoax,” kata Kasat lantas Polres Sragen AKP Dwi Erna Rustanti, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman.

Saat dijumpai Timlo.net belum lama ini AKP Erna menjelaskan, Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah mengatur jelas soal perpanjangan SIM. Untuk warga yang terlambat memperpanjang SIM, harus kembali mengikuti tes.

Informasi hoax yang beredar di medsos tersebut berbunyi ”Ada Pemutihan SIM Yang Sudah Mati Untuk Gol A, B, dan C, Di Polwil/Polres masing-masing daerah. Berlaku Mulai Tanggal 2 sampai 7 April 2018”.

Dia menyampaikan, bukan kali ini saja kabar bohong SIM pemutihan beredar. Kabar adanya pemutihan SIM cukup sering diserbar oleh oknum tidak bertanggungjawab. Namun dia menegaskan setiap penerbitan SIM harus melalui ujian teori dan keterampilan.

”Jika masa berlaku SIM habis dan terlambat diperpanjang, maka pemiliknya harus menjalani tes dari awal seperti pembuatan SIM baru. Jadi tidak bisa diberikan kalau tidak tes,” tegasnya.

Pemutihan SIM, sama sekali tidak sesuai dengan undang-undang yang ada. Selain itu, tidak pernah ada instruksi dari Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya terkait kebijakan pemutihan SIM.

”SIM itu kan vital, mana ada pemutihan,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge