0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Wujudkan Selter Darurat, Pemkab Siapkan Dana Rp 1,5 Miliar

Selter darurat digadang-gadang memecah keruwetan arus lalu lintas di Jl Pemuda atau timur kantor ATR/BPN Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tahun ini, selter darurat akan dibangun permanen. Pemkab Wonogiri telah menganggarkan dana miliaran rupiah. Bahkan demi terwujudnya selter impian Bupati Wonogiri, biaya pembangunannya melalui APBD mendahului perubahan 2018.

“Pemkab Wonogiri mengalokasikan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk membangun selter darurat menjadi permanen, tahun ini. Dana tersebut akan digunakan membangun atap, kanopi, tempat tunggu penumpang, tempat parkir, hingga pengaspalan. Dengan demikian, kebutuhan minimal selter angkutan umum di sebelah timur pertigaan kantor BPN/Agraria jalan Pemuda I Kabupaten Wonogiri itu terpenuhi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri Ismiyanto, Jumat(6/4).

Dijelaskan Ismiyanto, pembangunan fisiknya selter darurat diharapkan bisa dimulai sekitar bulan Juni mendatang. Pihaknya semula berencana membangun lantai beton pada lahan selter seluas  3.640 m2 tersebut. Namun, biaya yang dibutuhkan ternyata sangat besar, sedangkan APBD kabupaten terbatas.

“Kami kemudian menyesuaikan anggaran. Lantainya tidak dibeton, tapi diaspal dulu. Yang penting tidak becek  dan kebutuhan minimal untuk selter terpenuhi dulu,” katanya.

Lebihlanjut Ismiyanto menambahkan, pengaspalan sementara hanya mencakup sebagian lahan. Pasalnya, beberapa petak lahan hendak digunakan sebagai tempat drainase. Ke depan, selter akan dibuat menjadi tiga area, yakni jalur bus, jalur angkutan kota  dan area parkir kendaraan pribadi.

Seperti diketahui, Pemkab Wonogiri membeli lahan bekas pabrik jamu seluas 3.640 meter persegi senilai Rp 9,8 miliar di sebelah timur kantor BPN/Agraria. Lahan tersebut telah diratakan. Adapun bus dan angkutan umum yang selama ini ngetem di pertigaan Agraria telah dipindah ke selter darurat. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kesemerawutan lalu lintas yang sering terjadi setiap jam masuk atau pulang sekolah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge