0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Terpidana Meninggal, Kasus ABT Gugur

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo Teguh Subroto (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kasus korupsi Anggaran Biaya Tambahan (ABT) senilai Rp 6,5 miliar dengan terpidana mendiang Slamet Suryanto dinyatakan gugur oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo. Pertimbangan gugurnya kasus tersebut lantaran terpisana telah meninggal dunia.

“Meninggalnya terpidana secara otomatis menggugurkan kasus itu sendiri,” terang┬áKepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo Teguh Subroto, Jumat (6/4) siang.

Usia mendengar kabar meninggalnya mantan Walikota Solo periode 2000-2005, kata Kajari, pihaknya langsung memerintahkan Kasi Intel untuk satang ke rumah duka yang ada di Gilingan, Banjarsari pada Kamis (5/4) lalu. Pihaknya ingin meminta salinan surat kematian kepada pihak keluarga almarhum Slamet Suryanto.

“Akta kematian sebagai lampiran untuk dilampirkan dalam laporan ke Kejati,” jelasnya.

Kasus ABT, lanjut Kajari, saat ini masih tercatat di Kejati Semarang. Kasus ini dulunya ditangani Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Solo. Kemudian menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) PN Solo.

Seperti diketahui, mantan Walikota Solo Slamet Suryanto terjerat kasus korupsi ABT 2003 dengan kerugian senilai Rp 6,9 miliar bersumber APBD. PN Solo menjatuhkan vonis satu tahun tiga bulan penjara. Terpidana mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA), tetapi kalah dan harus menjalani hukuman satu tahun tiga bulan penjara sesuai putusan PN Solo.

Slamet Suryanto sakit sehingga tidak menjalani hukuman penjara di Rutan Solo. Sementara Kejari Solo belum pernah melakukan eksekusi hingga akhirnya terpidana meninggal dunia Selasa (3/4) malam dan dimakamkan Rabu (4/4) kemarin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge