0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Buka Laboratorium Senjata AI, Universitas di Korea Diboikot Para Peneliti

Ilustrasi AI. (ubergizmo.com )

Timlo.net—Para peneliti di seluruh dunia berlomba menciptakan AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan yang cukup pintar untuk berpikir sendiri. Ada banyak lelucon jika kita semakin dekat dengan masa depan yang ada dalam film Terminator. Tapi sepertinya lelucon ini semakin mendekati kenyataan.

Sebuah universitas di Korea Selatan, KAIST baru-baru ini membuka laboratorium (lab) senjata AI. Pembukaan lab itu membuat lebih dari 50 peneliti di bidang AI dari seluruh dunia memutuskan memboikot universitas itu. Mereka tidak akan menerima tamu dari universitas itu. Juga tidak akan bekerja sama dengan program penelitian dari KAIST. Kecuali universitas itu membuat pernyataan jika mereka tidak akan mengembangkan senjata AI tanpa kontrol manusia yang memadai.

Presiden KAIST Sung-Chul Shin berkata kepada Times Higher Education jika dia sedih karena boikot dan kondisi ini. “Pusat itu berencana mengembangkan algoritma pada sistem logistik yang efisien, navigasi tanpa awak (dan sebuah) sistem pelatihan penerbangan. KAIST akan bertanggung jawab mendidik para peneliti dan menyediakan konsultasi,” ujar Sung. Dia juga membantah jika mereka punya niatan untuk mengembangkan sistem senjata otonom yang berbahaya.

Akan tetapi para peneliti memilik pendapat berbeda. “Jika dikembangkan, senjata-senjata otonom akan..mengizinkan perang berlangsung lebih cepat dan dalam skala yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Mereka akan memiliki potensi menjadi senjata teror. Kami mendesak KAIST untuk mengikuti jalan ini, dan bekerja untuk menggunakan AI untuk mengembangkan dan tidak merusak kehidupan manusia,” ujar para peneliti.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge