0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sejumlah Perangkat Desa Terancam Dicopot, Ini Gara-Garanya

Inspektur Inpektorat Kabupaten Sragen, Wahyu Widayat (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sejumlah perangkat desa di Kabupaten Sragen terancam diberhentikan. Pasalnya mereka terindikasi melanggar sejumlah aturan seperti tidak pernah bekerja, maupun yang dilaporkan terlibat perjudian.

Setidaknya ada dua perangkat desa yang saat ini tengah menjalani proses hukum dan telah diberhentikan sementara.

”Setelah putusan pengadilan akan dirapatkan. Sesuai Permendagri dan Perbup, perangkat desa yang terkena pasal dengan ancaman di atas 5 tahun akan diberhentikan sebagai perangkat,” terang Inspektur Inpektorat Kabupaten Sragen, Wahyu Widayat, Selasa (3/4).

Wahyu Widayat menyampaikan, pihaknya menerima aduan perangkat dari Desa Keden, Kecamatan Kalijambe yang melakukan tindak kasus perjudian. Kades yang bersangkutan sendiri telah dipanggil untuk ditindaklanjuti. “Saat ini dia sudah diberhentikan sementara. Karena diberhentikan sementara, maka yang bersangkutan tidak dapat hasil bengkok dan Tamsil (tambahan penghasilan) dipotong 50 persen. Kalau hukuman di atas 5 tahun tentu akan diberhentikan statusnya sebagai kepala desa,” jelasnya.

Mengantisipasi kasus yang sama, pihaknya sudah peringatkan perangkat desa tidak melakukan kesalahan serupa. Termasuk dengan Kades dan perangkat lain yang mengetahui namun melakukan pembiaran.

“Teman yang melakukan pembiaran saya perlu tegakkan hukum juga. Minimal peringatan,” ujarnya.

Dengan adanya sejumlah kasus terkait perangkat desa, dia berharap rekrutmen perangkat desa nanti dapat menyaring kualitas yang lebih baik. Selain menjaga etika sebagai tokoh masyarakat, juga memiliki kemampuan yang baik dalam bekerja.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Sragen, Suharyanto menambahkan, perangkat Desa Keden atas nama Suwito sudah diberikan sanksi Kades atas rekomendasi camat. Pihaknya menunggu keputusan yang memiliki hukum tetap.

”Kepala desa masih mencari putusan pengadilan, hal itu yang menjadi dasar untuk mengambil kebijakan sanksi yang lebih lanjut,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge