0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

WNI di Arab Saudi Diminta Hati-hati Gunakan Smartphone

ilustrasi (Timlo.net/redaksi)

Timlo.net – Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi diminta untuk menggunakan telepon seluler pintar (smartphone) secara bijak. Tujuannya agar mereka terhindar dari sanksi-sanksi hukum yang berlaku di negara tersebut.

“Hati-hati menggunakan telepon pintar. Jangan sampai yang pintar hanya teleponnya, kitanya yang bodoh,” kata Konjen RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin di Arab Saudi, Senin (26/3).

Konjen prihatin terhadap sejumlah kasus hukum yang menjerat beberapa WNI akibat kurang bijak menggunakan ponsel pintar.

Konjen juga menceritakan kepada para peserta penyuluhan bahwa KJRI Jeddah pernah menerima laporan dan mengawal WNI yang bermasalah hukum dan sempat ditahan lantaran penggunaan smartphone yang kurang bijak.

Berkaca dari sejumlah kasus hukum yang menjerat WNI gara-gara mengambil gambar atau merekam, mengunggah atau berkirim konten-konten terlarang melalui ponsel pintar atau jenis gawai lainnya, Pelaksana Fungsi Konsuler-2 yang juga merangkap Kepala Kanselerai Rahmat Aming Lasim dalam paparannya menekankan agar warga waspada dan berhati-hati berselancar di dunia maya.

“Berhati-hati menggunakan media sosial, berkirim gambar, mengunduh atau mengunggah konten-konten terlarang,” pesan Rahmat Aming.

Dia menjelaskan beberapa objek terlarang untuk diambil gambarnya, seperti saat di dalam kawasan bandara, memotret gedung-gedung penting seperti istana raja, instalasi militer, kantor kepolisian, memotret petugas atau aparat, perempuan, dan objek lain bertanda “No Camera.”

Di sesi terakhir, Pelaksana Fungsi Pensosbud-2 Umar Badarsyah memaparkan tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan “cyber crime” atau kejahatan siber di Indonesia dan di Arab Saudi dengan konsekuensi atau sanksi hukumnya.

Selain itu, disampaikan pula dalam penyuluhan hukum tersebut mengenai mekanisme pengajuan legalisasi dokumen, jenis-jenis pelayanan kekonsuleran, konsultasi ketenagakerjaan dan kewarganegaraan bagi anak yang lahir dari perkawinan campuran dengan warga asing yang marak terjadi di kalangan WNI perempuan di Arab Saudi.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge