0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

IHSG Terkoreksi, Investor Diminta Tetap Tenang

Solo — Wacana kenaikan suku bunga serta dampak adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dianggap memberi dampak negatif terhadap transaksi yang dilakukan dalam pasar modal. Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah pengamat berharap agar para investor dalam negeri tetap tenang dan jangan melakukan panik selling.

“Terkoreksinya sejumlah harga saham selama beberapa pekan terakhir ini, kalau kita amati lebih banyak karena faktor eksternal. Dimana Amerika mewacanakan menaikan suku bunga banknya,” ujar Branch Manager Phintraco Sekuritas Solo, Setiawan Efendy saat dihubungi wartawan,  Jumat (23/3).

Dengan adanya wacana kenaikan suku bunga itu, dianggapnya  memberi sentimen negatif terhadap perkembangan pasar saham di dalam negeri. Pasalnya, wacana itu merangsang para investor asing untuk mulai menarik dananya yang diinvestasikan di negara berkembang termasuk Indonesia. Karena adanya sentimen negatif itu,  lanjut dia transaksi saham yang dilakukan para investor di Phintraco hingga saat ini sempat terkoreksi sekitar 40 persen.

Menyikapi kondisi itu, pihaknya berharap agar para investor di Solo untuk tetap tenang. Atau setidaknya bisa melakukan wait and see sampai kondisi kembali normal.

“Jadi kalau pun mau ingin membeli saham, rekomendasi kita pilihlah saham pada emiten yang kondisinya masih bagus. Seperti Astra, Waskita maupun lainnya. Kalau saham perbankan disarankan sebagai alternatif terakhir. Karena kalau kondisi seperti sekarang ini, biasanya mereka yang akan terkena dampak paling besar, ” terangnya.

Sementara itu,  Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Solo,  M Wira Adhibrata menyampaikan, adanya fenomena perang dagang antara Amerika dan China dianggap memberi sentimen negatif terhadap pasar modal di seluruh dunia. Kendati demikian, diharapkan agar para investor untuk tetap tenang dan jangan melakukan panik selling.

“Yang perlu diperhatikan adalah adanya sentimen negatif ini lebih banyak dilengaruhi dari luar, khususnya karena adanya perang dagang antara Amerika dan China. Jadi bukan pada fundamental perusahaannya. Karena itu para investor tidak perlu khawatir atau melakukan panik selling, ” tandasnya.

Akibat adanya kondisi itu, disampaikannya indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir banyak yang terkoreksi. Wira menyebut sejumlah emiten yang mengalami penurunan cukup dalam akibat adanya fenomena itu diantaranya adalah TLKM yang terkoreksi 2,1 persen, BMRI terkoreksi 2,25 persen, SMGR terkoreksi 8,75 persen dan BBRI terkoreksi 1,4 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge