0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sengaja Dibuang, Polisi Temukan Printer Uang Palsu di Sungai

Peralatan printer dan sablon yang ditemukan polisi sebagai barang bukti baru (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Polres Sragen terus melakukan pengembangan terhadap kasus peredaran uang palsu yang melibatkan tiga tersangka dalam satu keluarga. Pasca penggeledahan di rumah tersangka Sujintoro (51) di Dukuh Jimbar Kulon RT 1, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Satreskrim menemukan barang bukti baru.

Barang bukti inilah yang memperkuat dugaan kalau antara ayah dan kedua anaknya, Hartatik (30), yang berdomisili di Dukuh Banaran RT 1, Desa Sriwedari, Karanganyar, Ngawi Jatim dan Yunna (20) adalah pengedar sekaligus pembuat uang palsu.

“Penyidik mendapatkan barang bukti baru berupa alat sablon dan printer uang palsu,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Kamis (22/3).

Kapolres mengungkapkan, saat penggeledahan barang bukti tersebut memang tidak berada di rumah tersangka. Tapi telah dibuang oleh salah satu anak Sujintoro lainnya yang diketahui bernama Amad (32).

Dari Amad inilah polisi akhirnya bisa mengorek keterangan lebih dalam. Amad sendiri yang merupakan suami dari tersangka Hartatik belakangan diketahui juga baru keluar dari penjara.

Kepada polisi, Amad menerangkan bahwa dia sebelumnya diperintah oleh ayahnya, Sujintoro untuk membuang satu sak berisi peralatan berupa komputer dan alat sablon yang diduga sebagai alat pencetak uang ke arah sungai, sekitar 500 meter dari rumahnya.

Berdasarkan pengakuan Amad ini kemudian polisi mencari barang-barang yang dimaksud ke sungai. Dan ternyata benar, polisi menemukan sak yang berisi printer uang palsu dan alat sablon.

“Ternyata setelah kita buka, karung itu memang berisi printer uang palsu, alat sablon dan masternya yang diduga kuat untuk mencetak uang palsu,” jelas AKBP Arif Budiman.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge