0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Per Suntikan, Zaki Butuh Rp 10 Juta, Keluarga Bingung 

Balita penderita penyakit kulit langka, Zaki (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Keluarga balita penderita penyakit kulit langka, Alfaruq Muhamad Zaki (3) nyaris putus asa. Bertahun-tahun lamanya pengobatan si buah hati tak menunjukkan efek membaik. Alternatif solusinya menginjeksi serum yang ongkosnya di luar kemampuan keluarga.

“Ada dokter yang bilang harus disuntik. Pertama kali disuntik memang tidak dipungut biaya. Namun untuk suntikan berikutnya, ongkosnya sampai Rp 10 juta. Kami punya uang darimana segitu?” kata ibunda  Zaki, Sutarmi kepada wartawan, Rabu (21/3), seraya menyebut penghasilan suaminya sebagai kuli bangunan dan dirinya sebagai buruh pabrik tekstil pas-pasan.

Balita Zaki mengalami penyakit kulit langka, epidermolisis belusa. Kulitnya sangat sensitif terhadap gesekan dan perubahan suhu. Efeknya gatal-gatal, timbul bintil dan berair. Ruam-ruam muncul di permukaan kulitnya. Kondisi tersebut muncul usai dirinya dilahirkan sampai sekarang.

“Dulu waktu pertama kali suntik, pengaruhnya juga tidak banyak. Lalu apakah suntik lagi?” katanya.

Ibunda Zaki memindahkan pengobatan putra keduanya itu ke RSUD Karanganyar dari sebelumnya RSUD Dr Moewardi Solo.

Ia sempat mengambil opsi pengobatan alternatif nonmedis. Namun ditolak karena Zaki masih terlalu kecil untuk diterapi.

“Dari sinsei menyarankan cari pengobatan lain karena ia hanya bisa memulainya di usia 8 tahun sedangkan anak saya masih 3 tahun,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge