0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Robohnya Bagian Tembok Keraton, BPCB Keluarkan Rekomendasi

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jateng, Wahyu Broto Raharjo (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Balai Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah mengeluarkan rekomendasi terkait robohnya bagian tembok Keraton beberapa waktu lalu. Rekomendasi tersebut telah dikirimkan ke Dirjen Kebudayaan di Jakarta pada akhir Februari 2018. Kendati begitu, pihak BPCB belum mengetahui kapan pemugaran tembok tersebut akan dilakukan.

“Sampai saat ini belum ada jawaban, tapi sudah kita kirimkan,” ungkap Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jateng, Wahyu Broto Raharjo, Kamis (22/3).

Dikatakan untuk kelanjutan penanganan tembok Keraton Kasunanan yang roboh itu akan diambil oleh kementerian. Dirinya menduga proses pembangunan kembali tembok yang roboh tersebut akan cukup lama lantaran beberapa tahapan yang harus dilalui.

“Tahapannya kan kajian dulu, kajian sudah selesai, kemudian sudah kita rekomendasikan. Setelah itu akan muncul DED, kemudian baru apa yang akan dilakukan dan berapa anggarannya. Saya kira itu yang memakan waktu cukup lama,” kata dia.

Broto mengungkapkan, selama ini, yang dilakukan oleh BPCB hanya sebatas pendampingan, sedangkan pengambil keputusan berada di tangan Pemkot Solo.

“Kita pendampingan saja. Artinya secara teknis bagaimana memisahkan batu dan tembok, sehingga tidak merusak struktur bangunan yang masih berdiri,” kata dia.

Seperti diketahui tembok salah satu pembatas gedung sentral dengan ndalem Prabuwinatan Keraton Surakarta Hadiningrat tiba-tiba roboh, pada 15 Januari 2015 silam. Robohnya tembok setinggi 6 meter dan tebal mencapai 50 centi ini tak menimbulkan korban jiwa, tetapi menimpa sebuah bangunan warung makan non permanen di sekitar Keraton.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge