0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Soal Hadiah Jam Tangan, Setnov dan Andi Narogong Beda Pengakuan

Setya Novanto (Setnov) (sumber: dpr.go.id)

Timlo.net – Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) mengaku menerima jam tangan pemberian dari pengusaha Andi Narogong. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (22/3), terungkap pemberian itu sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran.

“Jadi, Andi memberikan kotak, terus saya lihat dan tanya ‘Apa ini Ndi’? Oh ada jam tangan, saya memang senang koleksi jam tangan diberikan bungkusnya tapi kotaknya lain? Karena Richard Mille kan kotaknya saya hapal karena saya ada jam Richard Mille,” kata Setya Novanto (Setnov).

Dalam dakwaan Setnov disebutkan menerima pemberian barang berupa satu jam tangan Richard Mille seri RM 011 seharga 135 ribu dolar AS yang dibeli Andi Agustinus bersama Direktur Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem.

“Saat saya buka ‘Wah ini Richard Mille dan persis punya saya’. Saya tanya ‘Ini sertifikatnya mana?’ Menurut dia tidak ada, saya ingat-ingat kembali, ya sudah nanti saja memang betul langsung saya bawa ke rumah,” ungkap Setnov.

Namun menurut Setnov, jam itu tidak dapat berfungsi dengan baik.

“Tapi saya lihat jam itu saya cocokan sama yang di rumah tapi kok mati? Lalu saya buka nyala, tapi mati lagi saya berpikiran jam ini pasti bisa kalau diputar ke belakang, tapi memang rusak jadi beberapa hari kemudian saya suruh orang untuk kembalikan ke Andi,” cerita Setnov.

Pemberian itu menurut Setnov dilakukan pada 2016.

“Diberikan pada 2016 karena Andi memang orangnya suka mencari hati orang,” ungkap Setnov.

Padahal dalam sidang sebelumnya, Andi mengatakan bahwa ia memberikan kepada Setnov pada November 2012 saat ulang tahun Setnov, atau 4 tahun lebih awal dibanding pengakuan Setnov.

“Bukan saat ulang tahun saya, saat ulang tahu saya lagi di luar kota, ada di New York karena anak juga sekolah di sana, saya ada acara di sana,” tegas Setnov.

Setnov dalam perkara ini didakwa menerima uang 7,3 juta dolar AS dari proyek KTP-Elektronik melalui rekan Setnov pemilik OEM Investment Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte Made Oka Masagung seluruhnya 3,5 juta dolar AS dan melalui keponakan Setnov, Diretur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo pada 19 Januari – Februari 2012 seluruhnya berjumlah 3,5 juta dolar AS.

Setnov juga didakwa menerima satu jam tangan Richard Mille seri RM 011 seharga 135 ribu dolar AS yang dibeli pengusaha Andi Agustinus bersama direktur PT Biomorf Industry Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena membantu memperlancar proses penganggaran.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge