0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Setnov Kembalikan Uang Rp 5 Miliar ke Rekening KPK

Setya Novanto (Setnov) (sumber: http://www.dpr.go.id)

Timlo.net – Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) mengaku sudah mengembalikan uang sebesar Rp 5 miliar ke rekening Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, pengembalian itu sebagai bentuk pertanggungjawabannya.

“Yang mulia pertama tama saya menyampaikan permohonan maaf saya tulus dari hati saya, kepada yang mulia majelis hakim, kepada seluruh pengunjung sidang, kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang mana dalam proses persidangan ini ada tingkah laku dan perbuatan saya telah mengganggu proses persidangan ini baik langsung maupun tidak langsung mohon dimaafkan,” kata Setnov terbata-bata dalam sidang pemeriksaan terdakwa di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (22/3).

“Melalui persidangan ini atas kesadaran sendiri melalui istri saya, saya telah melakukan pengembalian uang sebesar Rp5 miliar ke rekening KPK, saya lakukan itu sebagai pertanggungjawaban saya,” tambah Setnov.

Setnov dalam perkara ini didakwa menerima uang 7,3 juta dolar AS melalui rekan Setnov pemilik OEM Investment Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte Made Oka Masagung seluruhnya 3,5 juta dolar AS dan melalui keponakan Setnov, Diretur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo pada 19 Januari – Februari 2012 seluruhnya berjumlah 3,5 juta dolar AS.

Setnov juga didakwa menerima satu jam tangan Richard Mille seri RM 011 seharga 135 ribu dolar AS yang dibeli pengusaha Andi Agustinus bersama direktur PT Biomorf Industry Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena membantu memperlancar proses penganggaran.

“Makanya saya kaget sekali ada sejumlah uang di Oka. Setahu saya kedatangan oka hanya menyampaikan ‘Gue sekarang ada investasi dengan Abang, obat-obatan’ tapi tidak pernah menyampaikan uang,” tambah Setnov.

Setnov mengaku mengembalikan uang Rp5 miliar karena mengambil tanggung jawab keponakannya Irvanto Hendra yang menerima Rp5 miliar dari seorang kurir.

“Karena saya lihat kalau kemarin dengan ada kurirnya si Irvanto menyampaikan uang Rp5 miliar itu. Saya meyakini (Rp 5 miliar) itu ada hubungannya dengan masalah uang e-KTP karena pernyataan kurir tersebut maka saya segera mendesak kembalikan uang tersebut,” ungkap Setnov.

Pengembalian uang itu juga dilakukan Setnov agar jangan sampai perkaranya merembet ke keluarga maupun partainya, Partai Golkar.

Uang Rp5 miliar itu menurut Setnov adalah bagian dari uang yang diserahkan Irvanto kepada para anggota dewan.

“Andi (Narogong) menyampaikan lewat Irvanto diberikan kepada teman-teman di dewan, itu disampaikan saat akhir desember 2011,” tambah Setnov.

Menurut Setnov, ia baru dikonfrontir dengan Irvanto pada Rabu (20/3) malam dan Irvanto mengakui sejumlah pemberian uang tersebut.

“Menurut Irvanto kenapa tidak menyampaikan saat sidang selain karena dia baru ditahan dalam keadaan ‘nervous’ dan saya bilang saya sudah selesaikan (membayar Rp5 miliar), dia kaget. Di kemudian hari dia tetap keluarga saya apapun saya harus tanggung ajwab dan jangan sampai merembet terhadap partai,” ungkap Setnov.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge