0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anggaran Terbatas, Ini Raport Pengurus PSSI Klaten

Kongres pemilihan Ketua Askab PSSI Klaten (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Masa tugas kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Klaten periode 2014-2018 dibawah kepemimpinan Sukojo resmi berakhir. Hal ini menyusul terpilihnya Ardhana sebagai Ketua Umum Askab PSSI Klaten periode 2018-2022 dalam Kongres PSSI Klaten di ruang pertemuan KONI setempat, Rabu (21/3).

“Dalam perjalanan dari tahun 2014-2018 beberapa kegiatan telah dilaksanakan dan diselesaikan. Namun tentunya banyak hal belum memberikan hasil dan prestasi menggembirakan sesuai harapan masyarakat Klaten, khususnya pecinta olahraga sepakbola,” kata Ketua Umum Askab PSSI Klaten periode  2014-2018, Sukojo, Rabu (21/3).

Dalam laporan pertanggung jawabannya, Sukojo memaparkan kegiatan PSSI Klaten selama empat tahun terakhir hanya terlibat di Liga Remaja. Sedangkan untuk berkiprah di kompetisi Liga 3 PSSI urung dijalani lantaran terkendala anggaran. Pasalnya, alokasi anggaran sepakbola di era sekarang harus melalui Koni, bukan dianggarkan langsung di APBD.

Namun begitu, PSIK Klaten yang berlaga di Liga Remaja pada 2014 berhasil meraih juara III Jawa Tengah. Kemudian salah satu pemain jebolannya, Anton Dwi Cahyo yang beralih ke futsal, masuk Timnas futsal U-20 dan sekarang menjadi pemain profesional. Sedangkan tahun ini, PSIK kembali mengikut Liga 3 PSSI meski anggarannya hanya Rp 200 juta untuk 8 kali tanding yakni, 4 laga kandang dan 4 laga tandang.

“Dulu PSIK sering juara, tapi pembiayaan dulu memang beda dengan sekarang. Sekarang cari sponsor baik dana atau materi belum ada sambutan yang menggembirakan. Sedangkan anggaran cabor sepakbola Klaten (lewat KONI) lumayan kecil,” papar Sukojo di Kongres yang dihadiri 26 klub dari 29 klub internal anggota PSSI Klaten, wasit dan tamu undangan itu.

Hal senada juga disampaikan Ketua KONI Klaten Otto Saksono. Ia berterima kasih kepada pengurus Askab PSSI Klaten periode 2014-2018 yang telah menuangkan pikiran, tenaga, waktu hingga finansial. Mereka telah berjuang untuk sepakbola Klaten di tengah keterbatasan anggaran.

“Soal anggaran, Pak Sukojo adalah ketua tim anggaran KONI sehingga mengetahui benar anggaran yang ada. Karena Koni rata-rata sejak 2016 menerima anggaran APBD sebesar Rp 1 miliar untuk 36 cabang olahraga. Maka, pengurus PSSI yang baru saya harapkan agar merangkul semua klub yang ada di Klaten, karena untuk membangun sepak bola butuh keguyuban,” ujar Otto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge