0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dishub Sidak Kelayakan Rambu, Ini Hasil Temuannya

Petugas memeriksa rambu lalu lintas (timlo.net/heru gembul)

Solo — Meski telah dirancang sedemikian rupa, dan juga telah disosialisasikan oleh petugas dari Dinas Perhubungan Kota Solo, namun ada saja yang dilakukan masyarakat untuk menolak aturan yang sudah ditetapkan. Seperti di simpang empat Cembengan, Jebres, petugas telah memasang rambu dilarang berbelok, namun ditutup oleh oknum warga.

“Ya kan memang kondisi lalulintas disini cukup padat, karenanya disebelah timur APIL tugu Cembengan itu kita pasang larangan untuk berbelok. Tetapi oleh masyarakat ditutup dengan menggunakan karung,” ungkap Kabid Lalulintas Dishub setempat, Ari Wibowo, Rabu (21/3).

Dikatakan, bahwa penutupan rambu ini merupakan pelanggaran yang bisa dikenakan sangsi berat. Penutupan rambu ini pertama kali diketahui saat pihaknya menggelar sidak pengechekan rambu dan APIL secara serentak di kecamatan Jebres.

“Nah kita temukan, kemudian kita turunkan,” kata dia.

Ari menduga bahwa oknum penutup rambu ini merupakan mereka yang tidak puas dengan kebijakan lalulintas yang diberlakukan oleh Diahub setempat. Ditambahkan pihaknya mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu yang ada.

“Sebab pemasangan rambu ini kan ada tujuannya, dan tujuannya pasti berkaitan dengan keselamatan berkendara dan kepentingan umum. Jadi ya tidak bijaksana jika menolak dengan cara menutup rambu seperti ini,” urai dia.

Kedepan, pihaknya akan terus meningkatkan sidak dan monitoring terhadap keberadaan rambu dan APIL. Monitoring ini perlu dilakukan guna mencegah kerusakan rambu, dan perbaikan rambu secara berkala.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge