0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Bikin Baper, Ini Kultur Dibangun Alaska Mendukung PSIK

Klaten — PSIK Klaten akan menjalani laga kandang Liga 3 regional Jateng menghadapi Persekat Kabupaten Tegal. Tidak mau kalah dengan persiapan para pemain di lapangan, Aliansi Suporter Klaten (Alaska) juga gencar merapatkan barisan untuk menyaksikan PSIK bertanding di Stadion Trikoyo, Minggu (25/3) mendatang.

“Alaska semaksimal mungkin akan memberikan support selama dua kali 45 menit. Apalagi ini menjadi laga perdana di kandang sendiri,” ujar Yoga Adi Darmawan, Ketua Alaska saat ditemui di sela latihan PSIK di Stadion Trikoyo, Klaten, Rabu (21/3).

Sejak berdiri pertengahan 2016 lalu, dia mengatakan, jumlah anggota aktif Alaska mencapai 900 -1.200 orang yang terbagi dalam 22 koordinator wilayah (korwil). Uniknya, para anggota Alaska berasal dari berbagai suporter fanatik di sejumlah klub Liga Indonesia. Tak heran, mereka mengusung jargon ‘PSIK Pemersatu, Alaska Nyawiji’ sebagai kultur bersama menanggalkan ego saat menyaksikan PSIK bertanding.

“Setiap mendukung PSIK kami biasanya memenuhi tribun trimur Stadion Trikoyo. Maka kalau melihat banyak giant flag berwarna- warni, karena memang Alaska ini jadi wadah pemersatu suporter bola di Klaten. Ini saja masih ada tiga komunitas yang sedang proses pengesahan korwil,” kata pemuda berusia 23 tahun yang juga menjadi suporter Semarang Extreme (Snex) PSIS ini.

Sebagai pemain keduabelas, pengurus pusat Alaska juga rutin berkomunikasi dengan manajemen PSIK Klaten. Mereka gencar membumikan kegiatan dan jadwal pertandingan Laskar Harimau Merapi itu lewat media sosial higga menjual merchandise. Bahkan sebelum mengarungi Liga 3, Alaska hendak mencarikan sponsor untuk membantu keberlangsungan finansial PSIK.

“Beberapa waktu lalu juga sudah sempat bikin proposal, tapi urung terlaksana karena mepetnya jadwal. Kemudian kemarin memberikan donasi Rp 1.508.500 untuk membantu sedikit ‘ongkos bensin’ para pemain. Donasi kita kumpulkan usai dua laga uji coba melawan Persebi dan Berlian Rajawali Unika. Karena gratis, donasi semacam pengganti tiket masuk,” imbuh Yoga Adi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge