0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Super Decathlon Jatuh, Pilot Meninggal, TNI AU Berduka

ilustrasi pesawat super decathlon (commons.wikimedia)

Timlo.net —  Pesawat aerobatik tipe Decathlon dengan nomor registrasi PK RTZ tipe pesawat BL 30 jatuh saat melakukan latihan untuk persiapan wisuda penerbangan Flying Scholl Genesha pada Selasa pukul 15.15 WIB, pilot Capt MJ Hanafi dinyatakan meninggal dunia.

“Betul, telah terjadi kecelakaan pesawat terbang jenis Super Decathlon 8KCAB registrasi PK-RTZ yang terdaftar di PT Genesha Dirgantara,” kata Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Mia Ermaya dalam pesan singkat di Jakarta, Selasa (20/3) malam.

Ia menjelaskan kronologi kecelakaan, pesawat aerobatik melakukan latihan untuk persiapan wisuda penerbang Flying Scholl Genesha.

Setelah melakukan satu kali penerbangan latih, ketika melakukan manuver akrobatik berputar dengan nose (hidung) pesawat di bawah, terlihat tidak dapat melakukan recover kembali sehingga menabrak pesawat latih yang terparkir di apron dan pintu hanggar.

“Informasi diterima pilot pesawat meninggal dunia,” katanya.

Operasional bandara sendiri, yaitu Bandara Tunggul Wulung Cilacap sudah tutup operasional jam 14.00 WIB dan sudah ada penerbitan Notice to Airmen (Notam) untuk perpanjangan jam operasi sampai dengan 16.00 WIB.

Pada bagian lain, Keluarga Besar TNI AU berduka atas meninggalnya kolonel Pnb MJ Hanafie dalam kecelakaan pesawat latih aerobatik jenis Super Decathlon DL-30 dengan nomor registrasi PK-RTZ milik Genesa Flight Academy (GFA) di bandara Tunggul Wulung Cilacap.

“Almarhum merupakan salah satu penerbang tempur terbaik yang dimiliki oleh TNI AU dengan jabatan terakhir sebagai Paban II/Sismet Ditdok Kodiklatau di Jakarta,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/3) malam.

Almarhum Kolonel Pnb MJ Hanafie pria kelahiran Malang, Jawa Timur pada 23 Juli 1969 merupakan lulusan Sekolah Penerbang Ikatan Dinas Pendek (IDP) TNI AU tahun 1991.

Hanafie memiliki pengalaman menerbangkan pesawat tempur Mk-53 HS-Hawk, F-5E Tiger, F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/30 dengan nickname “Jaguar”. Pernah bergabung sebagai penerbang Tim Aerobatik “Elang Biru” dengan pesawat F-16 di tahun 1995-1997.

Dalam perjalanan karirnya, kata Jemi, Kolonel Pnb MJ Hanafie pernah menjabat sebagai Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) di Tanjung Pinang, Liaision Officer di Butterworth Malaysia dan berbagai jabatan lainnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri Florensia Harienda dan tiga orang anak, Savana Nadira Hanasia (19), Savara Umaira Hanasia (16), Muhammad Ryandra Hanasia (8).

Almarhum Kolonel Pnb MJ Hanafie memang memiliki hobi terbang meski sudah tidak berada di skadron operasional lagi. Hobi tersebut biasa dilakukan almarhum saat akhir pekan dan sejak bulan November 2017 lalu membantu pelaksanaan latihan penerbangan di GFA sesuai surat permohonan dari Direksi GFA ke TNI AU yang di tindaklanjuti dengan penugasan dari TNI AU.

“Saat terjadi kecelakaan, Kolonel Pnb MJ Hanafie melakukan terbang aerobatik dalam rangka persiapan acara Wing Day (Wisuda Siswa) GFA yang rencananya akan dilaksanakan pada 28 Maret mendatang,” kata Kadispenau.

Kolonel Pnb MJ Hanafie merupakan salah satu penerbang TNI AU cemerlang yang berkesempatan mencoba manuver “Cobra Pugachev” dengan pesawat tempur Sukhoi saat melaksanakan kursus transisi di Rusia.

“Cobra Pugachev” merupakan sebuah manuver sulit yang menampilkan keunggulan aerodinamika pesawat dengan manuver terbang lurus kemudian tiba-tiba mendongak seperti ular kobra dan kembali pada posisi awal dan siap menyerang.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge