0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Suasana Nyepi Dusun Jlono, Warga Non Hindu Ikut Mematikan Lampu

Warga non Hindu Dusun Jlono berpatroli di rumah tetangganya yang menjalani ibadah Nyepi (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Sebuah potret toleransi beragama ditunjukkan warga Dusun Jlono, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Di saat warga Hindu menjalankan Nyepi, warga non agama itu turut serta menjaga suasana kekhidmatan dan kekhusukan pemeluknya. Mereka berpatroli agar menjaga keamanan dusun yang ditinggal  warganya ke pura.

“Saling toleransi ini sudah terjaga sejak lama. Di sini pemeluk agamnya komplit. Ada Hindu, nasrani dan muslim. Semua rukun tinggal di Dusun Jlono. Nah, saat Nyepi ini pemeluk hindu beribadah di pura. Rumahnya ditinggalkan. Kami para tetangga dengan kesadaran sendiri, mengamankan asetnya dari tindak kejahatan,” kata tokoh masyarakat Dusun Jlono, Andi Sutarto kepada wartawan, Sabtu (17/3).

Suasana di dusun itu benar-benar sepi. Tidak lagi terdengar suara deru mesin kendaraan ataupun aktivitas warga lainnya. Di jalan masuk dusun terlihat tulisan selamat hari raya Nyeli bagi para pemeluk Hindu. Suasana menjadi lengang karena sebagian penduduknya melakoni catur brata penyepian di pura Jonggo Santiloka.

Menurut Andi, sekitar 40 persen warga kampungnya memeluk Hindu.

“Totalnya ada 80 keluarga. Di saat Nyepi, warga lain meski bukan pemeluk Hindu, seakan menerapkan pula catur brata. Sangat sepi sekali suasana kampung. Tidak ada kendaraan bermotor membunyikan mesin keras-keras maupun hajatan,” katanya.

Salah satunya, warga kampung juga mematikan lampu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge