0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

13 Pemandu Karaoke Gunung Kemukus Lapor Polisi

Kuasa hukum 13 pemandu karaoke saat melapor ke Polres Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sebanyak 13 wanita pemandu karaoke (PR) di kompleks wisata religi Gunung Kemukus, Sumberlawang mendatangi Mapolres Sragen. Mereka melaporkan Tim Satpol PP yang dipimpin Wabup Sragen Dedy Endriyatno atas tuduhan tindak pidana perampasan kemerdekaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Kalau profesi mereka memang pemandu karaoke. Tapi bukan sebagai PSK,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum, Tyas Tri Arsoyo, akhir pekan lalu.

Ke 13 pemandu karaoke itu sempat diamankan tim gabungan Pemkab dan Satpol PP Sragen pada 21 Februari 2018 lalu. Laporan itu dilakukan lantaran hingga kini mereka sudah terhitung 25 hari mendekam di Panti Resos Wanudyatama Solo sejak diamankan.

Tyas Tri Arsoyo mengatakan, laporan itu dilakukan karena ke-13 kliennya itu merasa tidak melakukan tindakan asusila atau profesi PSK seperti yang disangkakan.

Menurutnya, dari pengakuan kliennya saat digerebek dan kemudian ditangkap petugas Satpol PP, mereka dalam kondisi sedang tidur.

“Tahu-tahu, saat tidur, mereka didobrak, dibangunkan paksa dibawa ke kantor kecamatan untuk didata lalu dikirim ke Panti Wanudyatama Solo untuk dibina. Sampai sekarang sudah 26 hari,” jelas Tyas

Menurut Tyas, penahanan dengan alasan dibina di Wanudyatama Solo sampai 26 hari itu juga tidak dilengkapi dokumen penangkapan atau penahanan yang sah.

Pihaknya juga menpertanyakan tidak adanya kejelasan status 13 kliennya, apakah sebagai tersangka atau pelanggarannya apa hingga sampai 26 hari ditahan di Wanudyatama Solo.

 “Kalau mereka dianggap melakukan pidana, pidananya apa nggak disampaikan. Kalau dinilai melakukan asusila, wong saat dirazia mereka tidur,” paparnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge