0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hasil Rakernas MPM Muhammadiyah, Percepat Pemberdayaan Sektor Pertanian

Ketua MPM PP Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin (kanan) (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Rapat kerja Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang digelar  tanggal 16 – 18 Maret di Gedung Siti Walidah, Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, menghasilkan keputusan, bagaimana mempercepat gerakan pemberdayaan masyarakat di sektor Pertanian. Disepakati deklarasi membentuk atau bergabung dalam jamaah tani Muhammadiyah.

“Pendeklarasian telah dicanangkan di Desa Gemol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten,” tandas Ketua MPM PP Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin kepada wartawan seusai penutupan Rakernas  Minggu (18/3).

Mengapa para tani bergabung dalam jamaah tani Muhammadiyah, menurut Nurul, antara lain, bangsa kita adalah bangsa argaris tetapi pada kenyataannya nasib tani dan pertanian di Indonesia belum sesuai yang diharapkan. Selain itu petani yang tergabung dalam jamaah tani Muhammadiyah bersepakat menggelorakan jihad kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan tidak hanya bertitik pada sector produksi tetapi juga pada masa proses produksi.

“Artinya petani di kala masa panen mendapat harga yang layak dan menguntungkan, juga saat proses tanam memperoleh harga yang dapat dijangkau oleh petani. Sebab keluahan petani saat ini saat masa tanam, biaya-biaya produksi naik, tetapi saat panen harga berada level terendah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Nurul, mendorong pemerintah untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro petani dan menjadi pertanian lebih baik. Sehingga bisa mendorong para generasi muda agar tertarik dalam dunia pertanian, sebab Indonesia belakang ini sedang berada pada masa lost generation petani, kenyataannya saat ini umumnya usia petani belakangan ini telah usia lanjut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge