0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Perdana, Solo Documentary Film Festival Screening di Klaten 

Pemutaran film dan diskusi Solo Documentary Film Festival 2018 di pendopo Rumah Dokumenter Klaten (timlo.net/a wijaya)

Klaten – Panitia penyelenggara Solo Documentary Film Festival (SODOC) menggelar pemutaran film dan diskusi di pendopo Rumah Dokumenter yang terletak di komplek Perumahan Griya Prima, Kecamatan Klaten Utara, Sabtu (17/3). Meski diguyur hujan lebat, acara screening film ini tak menyurutkan antusiasme pecinta film dokumenter di wilayah Solo Raya.

“SODC merupakan ajang festival film dokumenter yang dihelat dua tahun sekali. Sedangkan merupakan pemutaran film dan diskusi SODOC kali ini adalah yang pertama di tahun 2018,” kata Direktur Program SODOC 2018, Fatimah Liliani, Sabtu (17/3).

Dalam acara screening film yang dimoderatori Tonny Trimarsanto, pemilik rumah produksi Rumah Dokumenter, disajikan dua judul film dokumenter. Meliputi, film pendek ‘Luar Biasa’ arahan Erika Dyah M, dan ‘Terpotong Nurani’ besutan Aryo Dwi Panggo.

Film berjudul Luar Biasa mengangkat kisah pelajar SMA penyandang tunanetra di Yayasan Pendidikan Anak Luar Biasa (YPALB) Cepogo, Boyolali. Sedangkan Terpotong Nurani menceritakan perjalanan hidup seorang pria lanjut usia yang menggeluti profesi tukang cukur selama puluhan tahun di Tasikmadu, Karanganyar.

Fatimah menerangkan, kedua film pendek dokumenter itu sesuai tema yang diangkat SODOC Film Festival II pada tahun 2018 yakni, Merekam Refleksi Keberagaman. Pihaknya mengajak  pelajar SMA/SMK sederajat, Mahasiswa, dan kategori umum untuk mengirimkan karyanya.

“Open Submission berlangsung 15 Februari-15 Agustus 2018. Kami mewadahi para filmmaker untuk menyalurkan karyanya di kancah global dan berguna bagi pembuat film untuk meningkatkan kualitas, serta menunjukkan realitas sosial yang ada kepada masyarakat melalui sudut pandang dokumenter,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge