0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tujuh Dalang Berkolaborasi di UNS

(foto: Tyo Eka)

Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) mengelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan tujuh dalang sekaligus, di halaman gedung dr Prakosa UNS, Sabtu (17/3). Pagelaran Wayang Kulit itu mengambil lakon Semar Maneges.

“Ketujuh dalang yang tampil antara lain Ki KPAA H Begug Poernomosidi, Ki Widodo Wilis, Ki Eko sunarsono, Ki Jlitheng Lukito, Ki Pujono Gumelar, Ki Agus Wiranto, Nyi Wulan Panjang Mas, dan Ki Sigit Wursito,” ujar Rektor UNS, Prof Ravik Karsidi.

Menjelang wayang kulit dipergelarkan, Rektor UNS mengajak semua masyarakat selalu melestarikan budaya Indonesia. Pergelaran wayang kulit dengan lakon Semar Maneges ini semoga tidak hanya cuma menjadi tontonan tetapi menjadi tuntunan yang baik.

Lakon Semar Maneges menceritakan tentang banyak para pemimpin yang cerdik dan pandai, banyak juga pegawai yang baik hati tetapi kepandaian dan kecerdikannya justru digunakan untuk kelicikan dan membodohi orang lain, sehingga menimbulkan gejolak dan keresahan di masyarakat.

Rakyat yang dipimpin sudah mulai tidak percaya lagi dengan mereka, terjadi kerusuhan dimana-mana, kerukunan dan kegotongroyongan sudah terkoyak, orang sudah tidak lagi peduli dengan lingkungan. Inilah gambaran umum keadaan masyarakat.

“Dan Semar Maneges adalah bentuk perjuangan Semar (masyarakat kecil) yang berusaha menanyakan sekaligus mengingatkan kembali bahwa tugas pemimpin, kecuali meneladani dan melindungi masyarakat, adalah harus mampu mengayomi dan menyejahterakan nya. Oleh karena itu tidak mustahil perjuangan Semar dalam lakon ini akan menghadapi berbagai hambatan dan rintangan,” ungkap Ketua Panitia Pergelaran Wayang Kulit, Suparjo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge