0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Pemukulan Santri, Polisi Curigai Keterangan Korban

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman memberikan keterangan pers di Polsek Tanon. (foto: Agung Widodo)

Sragen – Polres Sragen terus mendalami kasus pemukulan terhadap seorang santri bernama Udin (17), warga Wonosono di rumah Kiai Umar Fauzi (55) yang juga dikenal sebagai pimpinan Ponpes Raudlatul Falah, Dukuh Karangdowo, Desa Kecik, Kecamatan Tanon.

Dari penyelidikan selama dua hari sejak kejadian Rabu (14/3), tim Polres dan Polsek menemukan ada empat kejanggalan dari kasus pemukulan tersebut.

”Terkait menyampaikan hasil penyelidikan ini, ada beberapa poin yakni adanya beberapa tidak kesesuaian dengan keterangan yang kita himpun dengan keterangan saudara Udin,” kata Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Jumat (16/3).

Dalam keterangan yang disampaikan di Polsek Tanon, Kapolres Arif BUdiman menyatakan, selama dua hari penyelidikan secara maraton, pihaknya sudah meminta 14 saksi dan mengumpulkan alat bukti.

Kejanggalan tersebut diantaranya, dari keterangan hasil medis setelah dilakukan pemeriksaan baik luar maupun dalam tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan luka.

Kemudian dari keterangan korban Udin sendiri justru bertolak belakang dengan saksi yang ditunjuk Udin. Pihaknya juga sudah konsultasi ke psikiater dan ahli jiwa. Tahap selanjutnya mengirim korban untuk pemeriksaan di RSJD Solo.

”Udin saat ini sehat saja dan dirujuk ke Solo,” terang Arif Budiman.

Terkait apakah laporan pemukulan yang diungkapkan Udin hanya bohong belaka, Kapolres menegaskan pihaknya masih menunggu hasil konsultasi akhir ke ahli kejiwaan di RSJD Solo.

“Nanti perkembangannya dari pemeriksaan di Solo dan kesimpulan akhirnya, akan kami sampaikan,” jelas dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge