0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Permen Jelly Anti Kanker Raih Medali Perak Inovasi Teknologi Internasional

Wimmy Safaati Utsani, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) peraih medali perak. (timlo.net/eko prasetyo)

Sukoharjo – Wimmy Safaati Utsani, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih medali perak pada ajang kompetisi Inovasi Teknologi Internasional yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. Kompetisi Internasional tersebut diikuti berbagai Negara seperti USA, Malaysia, Korea Selatan, Srilangka, Jepang dan sebagainya.

“Dalam kompetisi itu saya mengajukan karya berupa Permen Jelly untuk Kanker Payudara,” jelas Wimmy, mahasiswa Kedokteran Gigi semester 6 UMS kepada Timlo.net saat bertemu di Kantor Humas UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (16/3).

Wimmy putera kedua pasangan Sadiman dan Sutiah itu mengatakan, Jelly ciptaannya dibuat dari hasil perebusan daun Sirsak yang dicampur gula rendah kalori, agar-agar, asam sitrat dan air. Awalnya, racikan itu dibuat dan menghasilkan satu botol ukuran 600 ml. Satu botol sebesar itu menghasilkan 30 biji permen Jelly.

“Produksi untuk 30 biji permen Jelly menghabiskan biaya sebesar satu dollar USA atau Rp 13.500,” ungkapnya.

Ia mengakui, sejauh ini pembuatan permen Jelly untuk mengobati kanker payudara itu hanya sebatas membuat produk, belum sampai pada seberapa dosis yang musti diminum bagi pasien penderita kanker payudara.

“Untuk dosis diperlukan penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan latar belakang penciptaan produk permen Jelly tersebut, selama ini penderita kanker payudara dalam pengobatannya memerlukan apa yang disebut kemoterapi. Dalam kemoterapi memerlukan biaya mahal dan sering terjadi efek-efek samping yang timbul saat pengobatan kemoterapi.

“Untuk itulah berdasarkan hasil kajian dan referensi, saya mencoba mencari alternatif secara herbal dengan memanfaatkan daun sirsak yang mudah didapat dan murah harganya. Khasiatnya pun tinggi berdasarkan penelitian sebelumnya, Bahkan 10.000 lebih kuat dibanding kemoterapi,” jelas Wimmy.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge