0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kritik Naturalisasi di Indonesia, Ini Kata Walikota Solo

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Walikota Solo sekaligus tokoh sepak bola nasional, FX Hadi Rudyatmo melontarkan kritikan dengan mudahnya pesepakbola asal negara lain bernaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Sistem olahraga Indonesia disebutnya telah mengalami kemunduran.

Gelombang pemain naturalisasi sedang membanjiri persepakbolaan Indonesia sejak tahun 2010 silam. Dimulai dari Cristian Gonzales jadi pemain pertama yang dinaturalisasi.  Setelah itu, gelombang naturalisasi semakin gencar dilakukan, yaitu Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly, Sergio Van Dijk, Bio Paulin Pierre, Diego Michiels, dan Victor Igboneffo.

Pada tahun ini muncul Albeto Goncalves dan bek Madura United, OK John, hingga Charles Orock (Persela Lamongan) yang mendapat status warga negara Indonesia (WNI). “Ini bentuk kemunduran sistem pembinaan atlet sepak bola di Tanah Air, termasuk cabor lain. Karena sudah tidak seperti era dahulu. Di tahun 80-an, atlet berprestasi sudah terjamin masa depannya,” terangnya kepada wartawan, di Kelurahan Kampung Sewu, Jumat (16/3).

Pria yang akrab disapa Rudy ini bercerita bahwa di era dahulu, atlet yang berprestasi telah dinanti posisi Pegawai Negeri Sipil (PNS), BUMN, BUMD, prioritas di TNI/Polri. Sehingga persaingan atau kompetisi benar-benar ketat dan semua terpacu menjadi yang terbaik.

“Kalau selama sistemnya seperti ini terus ya nggak bakal bisa maju. Naturalisasi itu tidak efektif. Nanti satu dua tahun setelahnya balik ke negaranya. Lebih baik terus mencari dari 200 juta lebih orang di Indonesia untuk bermain sepak bola atau cabang lainnya,” tukas Rudy.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge