0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Para Peneliti Berusaha Ungkap Misteri Déjà vu

Déjà vu. (indy100.com)

Timlo.netDéjà vu adalah istilah di mana orang merasa sudah mengalami situasi yang dia sedang alami di masa kini. Misalnya Anda sedang melakukan sesuatu, atau membicarakan sesuatu dengan orang lain. Tapi tiba-tiba Anda merasa jika Anda sudah pernah melakukan atau membicarakan hal ini.

Ada beberapa penjelasan yang dipercaya masyarakat terkait fenomena ini. Ada yang mengatakan orang yang mengalami déjà vu adalah orang yang bisa melihat masa depan. Ada yang beranggapan jika itu adalah ingatan dari kehidupan sebelumnya.

Tim psikolog dari Colorado State University mencoba mengungkap misteri di balik perasaan aneh ini. Psikolog kognitif Anne Cleary berkata jika perasaan itu adalah trik otak. Kondisi ini mirip saat kita ingin mengucapkan sesuatu tapi kemudian lupa kata itu. Padahal kata-kata itu sudah ada di ujung lidah kita.

Untuk mengungkap misteri ini, Anne dan timnya meminta beberapa peserta bermain game virtual reality (VR). Tim itu menggunakan berbagai skenario menggunakan game komputer The Sims.

Berbagai skenario berbeda dalam game dibuat dengan gaya labirin. Beberapa adegan terjadi di tempat barang rongsokan. Sementara beberapa adegan terjadi di kebun. Tapi adegan itu menggunakan template yang sama untuk memicu rasa déjà vu pada peserta penelitian, tulis Indy100.com.

Beberapa peserta merasa mengalami déjà vu saat bermain game sekian kalinya. Tapi perasaan itu tidak bisa menolong mereka menyelesaikan game itu. Para peneliti menunjukkan jika fenomena ini mirip dengan ingatan asli. Tapi mereka sulit mengingat kembali memori itu. Para peneliti menyebut hal ini sebagai fenomena metamemori.

Anne berkata, “Kita tidak bisa secara sadar mengingat adegan sebelumnya, tapi otak kita mengenali kesamaannya. Informasi itu muncul sebagai perasaan aneh jika kita pernah mengalami adegan itu sebelumnya, tapi kita tidak bisa mengetahui dengan pasti kapan atau bagaimana. Hipotesa saya adalah jika déjà vu adalah sebuah manifestasi khusus dari perasaan familiar. Anda merasa familiar dengan sebuah kejadian saat Anda merasa Anda seharusnya tidak, oleh karena itu terasa menghebohkan, begitu luar biasa.”

Penelitian lain dilakukan oleh the University of St Andrews. Para peneliti mengembangkan sebuah cara untuk memicu déjà vu. Mereka mengamati aktivitas otak saat orang mengalami fenomena itu. Hasil scan otak tidak menunjukkan adanya aktivitas pada memori. Dengan kata lain, déjà vu tidak diciptakan oleh memori palsu. Mereka menyimpulkan jika bagian otak yang terkait dengan pengambilan keputusan dan menyelesaikan konflik menyala. Jadi, otak memperingatkan kita jika ada sebuah kesalahan.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge