0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Google Larang Pemasangan Iklan Terkait Cryptocurrency

ilustrasi (sumber: pxhere.com)

Timlo.net—Berita buruk untuk pelaku bisnis cryptocurrency muncul Rabu (14/3). Google mengumumkan jika mereka tidak akan lagi mengizinkan iklan terkait cryptocurrency dipasang pada platform mereka. Begitu berita ini tersebar, harga mata uang digital itu turun. Ditambah lagi dengan berita jika the International Monetary Fund (IMF) mendorong diciptakannya peraturan global yang keras untuk cryptocurrency.

Google dan Facebook mengendalikan 60 hingga 70 persen pangsa pasar iklan online. Bermasalah dengan salah satu perusahaan ini, berarti peluang mempromosikan bisnis semakin kecil. Dalam blog resminya, Google mengumumkan pada Selasa (13/3) jika mereka akan mengikuti jejak Facebook. Mulai Juni 2018, iklan cryptocurrency akan dilarang tampil dalam jaringan mereka. Kebijakan baru itu tidak hanya terbatas untuk cryptocurrency, tulis Gizmodo.com.

Google akan melarang promosi cryptocurrency dan konten terkait, tapi tidak hanya terbatas pada initial coin offerings, bursa cryptocurrency, dompet cryptocurrency, dan tips terkait jual beli cryptocurrency.

Langkah ini diambil kedua perusahaan itu setelah keduanya mengalami tekanan untuk membersihkan jaringan iklan mereka dari penipuan, iklan yang menyesatkan dan propaganda politik.

Beberapa pengamat beranggapan jika iklan online memegang peran penting dalam naiknya kepopuleran Bitcoin dan mata uang digital lainnya. Tapi iklan online juga digunakan untuk menyebarkan penipuan dan informasi yang kurang akurat terkait hal ini.

Beberapa pelaku atau pegiat cryptocurrency beranggapan jika keputusan Google adalah hal yang baik. Tapi mereka juga paham jika langkah Google akan memperlambat perkembangan industri cryptocurrency yang resmi.

Harga Bitcoin sejak pengumuman ini muncul turun dalam 24 jam. Harga Bitcoin awalnya mencapai $9200, kemdian turun menjadi $8600. Penurunan paling tajam terjadi pada Rabu pagi waktu setempat.

IMF baru-baru ini  meminta pemerintah dunia membuat aturan ketat terkait cryptocurrency. Terutama karena potensi mata uang digital untuk digunakan sebagai alat baru untuk pencucian uang dan mendanai terorisme.

Bitcoin mengalami masa sulit beberapa bulan belakangan. Harganya sempat mencapai $20 ribu. Tapi mengalami penurunan drastis dan tidak bisa kembali naik untuk saat ini. Bloomberg memberitakan jika Allianz Global Investor, perusahaan investasi besar di Eropa menyatakan Bitcoin tidak bernilai pada minggu lalu. “Pada pandangan kami, nilai instrisiknya pastilah nol,” tulis perusahaan itu dalam blog resmi mereka.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge