0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Telusuri Kasus Korupsi di PT Garuda Indonesia, KPK Periksa 24 Saksi

Garuda Indonesia (wikipedia)

Timlo.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 42 saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

Sebanyak 42 saksi itu diperiksa untuk dua tersangka dalam kasus suap tersebut, yakni mantan Dirut PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar dan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo.

“Hingga hari ini sekurangnya 42 orang saksi telah diperiksa untuk kedua tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (14/3).

Adapun unsur saksi terdiri dari Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko PT Garuda Indonesia, Corporate Expert PT Garuda Indonesia atau mantan EPM Fleet Acquisition PT Garuda Indonesia 2010-2012, mantan Vice Predisent Fleet Acquisition PT Garuda Indonesia 2012-2015, mantan Direktur Niaga PT Garuda Indonesia, dan Vice President Treasury Management PT Garuda Indonesia 2005-2012.

Selanjutnya, staf PT Dimitri Utama Abadi, mantan Direktur Operasi PT Garuda Indonesia, Senior Manager Engine Management PT Garuda Indonesia, pensiunan pegawai PT Garuda Indonesia, notaris atau PPAT, dan pegawai atau mantan pegawai PT Garuda Indonesia lainnya.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK sedang mendalami informasi dari para saksi tentang proses pengadaan mesin dan pesawat Garuda Indonesia tersebut.

“Tentu informasi tentang proses pengadaan ini akan dianalisis secara terus menerus dan didalami kaitannya dengan dugaan aliran dana yang diterima tersangka,” ucap Febri.

Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku “beneficial owner” dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura. ¬†Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Rolls Royce sendiri oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pounsterling (sekitar Rp11 triliun) karena melakukan pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.

Emirsyah disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 Juta dan paling banyak Rp 1 Miliar.

Sedangkan Soetikno Soedarjo diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan lama 5 tahun ditambah denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Namun, sampai saat ini KPK belum menahan keduanya meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Januari 2017 lalu.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge