0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dosen MIPA UNS Raih Penghargaan Bergengsi Dunia

Witri Wahyu Lestari, Dosen Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Belum lama ini, Witri Wahyu Lestari, Dosen Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) meraih penghargaan bergengsi dunia. Ia berhasil meraih penghargaan dalam kategori Early-Career Woman Scientists in the Developing World.

“Seharusnya saya menerima hadiah dan penghargaannya. Tapi karena sedang hamil besar, penyerahan hadiahnya via Skype (media sosial berbasis video —Red),” ungkap Witri kepada wartawan, di Kampus UNS, Solo, Rabu (14/3).

Witri mengatakan, jadwal penyerahan penghargaan berupa sertifikat dan uang senilai USD 5 ribu sebetulnya diberikan pada 17 Februari 2018. Dalam rangkaian acara The American Association for the Advancement of Science (AAAS) Annual Meeting, di Austin, Texas, USA.

Lebih lanjut ia mengemukakan, Organization for Women in Science for the Developing World (OWSD)-Elsevier Foundation Awards 2018 memberikan penghargaan bagi wanita yang berkarir di bidang sains dengan batasan waktu mengabdi di negara asalnya maksimal 10 tahun.

“Saat usia kehamilan dua bulan, saya mendaftarkan diri di ajang OWSD-Elsevier Foundation Awards 2018,” ungkapnya.

Selama ini, menurut Witri, dirinya melakukan penelitian di bidang organo logam dan kimia koordinasi. Bidang ini memang sangat sulit dan langka dilakukan di Indonesia. “Banyak pengorbanan untuk menekuni riset itu. Karena semua bahan harus impor. Ditambah lagi ilmu tersebut belum tenar di Indonesia. Makanya, saya memulai riset itu benar-benar dari nol. Saya bisa saja pindah bidang riset, tapi itu tidak bagus buat track record expertized saya,” ungkapnya.

Dengan ilmu yang ia miliki, Witri mengaku menjalin banyak kolaborasi dengan peneliti dalam dan luar negeri. Bidang tersebut jarang ditekuni di negara berkembang. Tidak hanya itu, ilmu tersebut juga tidak terlalu tenar. Karena mayoritas orang Indonesia hanya mempelajari kimia berdasarkan material alam. Inilah yang menjadi motivasinya mengembangkan bidang ini.

Bidang organo logam dan kimia koordinasi adalah kombinasi kimia organik dan anorganik. Bidang tersebut masih dalam tataran laboraturium. Namun Witri mencoba mengaplikasikannya untuk penyimpan gas metal atau penyimpan gas hydrogen.

Hasil riset itulah yang didaftarkan Witri dalam ajang OWSD-Elsevier Foundation Awards 2018. Ia hanya membutuhkan nomination letter dari tiga senior. Maka ia meminta professornya di Leipzig University of Germany, Eva-Hawkiens untuk merekomendasikan karyanya tersebut. Dilengkapi dengan rekomendasi dari Dekan MIPA UNS Ari Handono Ramelan dan Pakar Kimia Anorganik Sentot Budi Raharjo.

Atas karyanya tersebut, Witri mewakili Indonesia menerima penghargaan se-Asia Pasifik. Witri memenangkan penghargaan tersebut setelah berkompetisi dengan berbagai ilmuwan dari berbagai negara. Di antaranya India, Pakistan, China, Iran, Bangladesh, Nepal, Philipina, Turki, Srilanka, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Thailand dan Uzbekistan. Dengan dewan juri ilmuwan peneliti dari International Research Centers yang berlokasi di Trieste, Italia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge