0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jelang Nyepi, Umat Hindu Siapkan Ogoh-Ogoh

Penyelesaian pembuatan ogoh-ogoh (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Menjelang perayaan Nyepi, umat Hindu di Desa Karanganyar, Musuk, Boyolali melakukan persiapan dengan membuat ogoh-ogoh. Nantinya, dua patung ogoh-ogoh diarak menyambut perayaan Mecaru, Jumat (16/3).

Persiapan pembuatan dua patung ogoh-ogoh dilakukan di Pura Bhuana Puja. Dua patung ogoh-ogoh yang dibuat berbentuk naga berbadan manusia dan raksasa wanita. Kedua patung ogoh-ogoh dengan tinggi 3,5 meter tersebut menghabiskan anggaran Rp 6 juta dibuat selama tiga bulan. Menariknya, pembuatan ogoh-ogoh juga dibantu pemuda dari nonHindu.

“Kita biasa buat di malam hari, terutama waktu luang,” kata pembuat ogoh-ogoh, Riyanto, Selasa (13/8).

Patung ogoh-ogoh dibuat menggunakan kerangka dari besi dan bambu. Setelah itu, dibalut dengan menggunakan kertas semen dan sterefoam untuk memunculkan detail wajah dan bentuk badan. Diakui untuk bentuk ogoh-ogoh setiap tahun berbeda. Sedangkan untuk nama ogoh-ogoh ditentukan dalam rapat sehari sebelum kirab.

“Kalau idenya dari usulan pemuda,” imbuhnya.

Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Musuk, Sunarto, kedua patung ogoh-ogoh akan diarak keliling desa diikuti 200an umat Hindu. Puncak ritual adalah pembakaran dua patung ogoh- ogoh yang melambangkan pemusnahan angkara murka pada diri manusia dan lingkungan alam.

“Kirab ogoh-ogoh ini satu-satunya di Boyolali,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge