0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Naturalisasi Terlalu Mudah, Menpora Dibuat Gerah

Menpora Imam Nahrawi (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo – Gelombang pemain naturalisasi sedang membanjiri persepakbolaan Indonesia sejak tahun 2010 silam. Dimulai dari Cristian Gonzales jadi pemain pertama yang dinaturalisasi. Setelah itu, gelombang naturalisasi semakin gencar dilakukan, yaitu Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly, Sergio Van Dijk, Bio Paulin Pierre, Diego Michiels, dan Victor Igboneffo.

Pada tahun ini muncul Albeto Goncalves dan bek Madura United, OK John, hingga Charles Orock (Persela Lamongan) yang mendapat status warga negara Indonesia (WNI). Situasi ini membuat pemerintah gerah karena dengan mudahnya naturalisasi pemain dilakukan.

Menpora Imam Nahrawi mengaku akan memperketat proses naturalisasi pemain asing menjadi WNI.

“Ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Harus diperketat persyaratannya. Naturalisasi boleh saja, tapi lihat usianya dong, umur 30 lebih baru dinaturalisasi seakan hanya demi kepentingan klub soal kuota pemain asing,” terang Imam Nahrawi saat ditemui di Stadion Sriwedari, Selasa (13/3).

Hal senada diutarakan legenda sepak bola Solo sekaligus mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyobudi. Menurutnya, kebijakan naturaslisasi yang dilakukan PSSI tidak memberikan dampak signifikan bagi sepak bola Indonesia, khususnya tim nasional. Bahkan mantan pelatih Persis Solo itu menilai kualitas pemain asing yang dinaturalisasi tidak lebih baik daripada talenta lokal.

“Saya rasa tidak perlu lagi ada naturalisasi karena memang kontribusinya tidak besar. Apalagi kualitas pemainnya juga tidak lebih baik daripada pemain lokal. Pembinaan usia dini kan untuk jangka panjang, jadi hasilnya akan lebih terlihat nantinya bagi Timnas Indonesia. Apalagi naturalisasi sekarang hanya jangka pendek, karena sebagian besar pemain sudah tua,” kata Agung.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge