0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Proyek Flyover Manahan

Pengendara Bingung, Kawasan Ini Perlu Dipasangi Rambu

Kawasan Jalan Dr Radjiman yang dipasangi pembatas untuk dipasangi tiang pancang pembangunan overpass Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Penerapan Manajemen Lalu Lintas (MRLL) pembangunan overpass Manahan, hari kedua, masih dinilai membingungkan oleh masyarakat. Pasalnya, kendaraan masih banyak kendaan yang berputar arah, khususnya roda empat di sejumlah titik kawasan terkena dampak MRLL.

“Meski tidak separah pada hari pertama kemarin, namun nampaknya masih membingungkan bagi masyarakat,” terang Wakasat Lantas Polresta Solo AKP Made Rai Ardana, Selasa (13/3) siang.

Menurut Made, lokasi yang masih dianggap membingungkan adalah Perempatan Jl Cipto Mangunkusumo. Lokasi tersebut merupakan, pertemuan arus kendaraan dari arah Jl Cipto Mangunkusumo dan Jl Yosodipuro. Seharusnya, roda empat tidak diizinkan untuk menuju ke arah barat memutar di lokasi pembatas area pemasangan tiang overpass. Akan tetapi, masih banyak mobil yang melintasi kawasan tersebut.

“Harusnya ada rambunya, jadi mobil tidak lewat kesana. Cukup motor saja. Dari perempatan Jl  Cipto Mangunkusumo langsung ke arah selatan Jl Slamet Riyadi maupun ke utara kawasan Pasar Nangka,” jelas Made.

Pihaknya telah mengusulkan pemasangan rambu tersebut ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo. Diharapkan langsung ditindaklanjuti.

Terpisah, Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Solo Ari Wibowo mengakui ada sejumlah rambu yang belum dipasang sehingga membingungkan pengguna jalan. Meski begitu, belajar dari penerapan MRLL hari pertama yang kemarin pihaknya langsung bertindak melakukan pemasangan agar memperlancar arus kendaraan.

“Masukan kita tampung, akan kita pasangi rambu titik-titik yang dinilai membutuhkan. Supaya, masyarakat tidak kebingungan saat penerapan MRLL ini,” kata Ari.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge