0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gara-gara Ponsel, Siswa SMP Tewas Tenggelam di Kolam

ilustrasi orang tenggelam (pixabay)

Timlo.net — Seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tewas tenggelam di Kolam Angsa Pakuwon Indah Villa Bukit Regency, Jalan Lontar, Sambikerep, Kota Surabaya.

Tomi Oktavian, bocah nahas berusia 15 tahun itu, tenggelam saat berupaya menolong teman-teman sebayanya ketika bermain di pinggir kolam pada sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (12/3) sore.

“Ada sekitar enam anak SMP yang bermain di pinggir kolam tadi sore. Mereka foto-fotoan menggunakan telepon seluler. Hingga kemudian salah satu telepon seluler milik seorang anak tercebur ke dalam kolam,” ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lakarsantri Komisaris Polisi (Kompol) Dwi Heri saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (12/3) malam.

Aryen, nama bocah yang telepon selulernya tercebur ke dalam kolam, lantas berupaya menggapainya dari pinggir kolam. Namun kemudian terpeleset jatuh ke dalam kolam.

Karena tidak bisa berenang, Aryen berteriak minta tolong. Celakanya, menurut Dwi Heri, dua orang temannya yang tidak bisa berenang, yaitu Zakaria dan Tomi, reflek terpanggil rasa kemanusiaannya, segera menceburkan diri ke dalam kolam demi menolong Aryen.

“Akhirnya ada tiga orang yang tidak bisa berenang pada akirnya saling meminta tolong di dalam kolam,” katanya.

Menurut Dwi Heri, dari keenam bocah tersebut, ada seorang yang bisa berenang, yaitu Wahyu Saputra.

Wahyu segera masuk ke dalam kolam untuk menyelematkan teman-temannya, sedang dua bocah lainnya yang berada di daratan mencari bantuan kepada masyarakat sekitar.

“Wahyu berhasil menyelamatkan seorang temannya yang bernama Aryen. Sedangkan Zakaria berhasil diselamatkan oleh seorang warga,” ucap Dwi Heri.

Sedangkan Tomi Oktavian gagal diselamatkan. Bocah warga Pakis Tirtosari Surabaya ini tenggelam ke dasar kolam yang berlumpur.

“Jasadnya baru ditemukan setelah magrib tadi, atau sekitar 1,5 jam setelah kejadian. Saat diangkat ke permukaan, kondisinya sudah tidak bernafas,” ujar Kompol Dwi Heri.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge