0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kemenag Siapkan Pemecatan Tidak Hormat Oknum Guru Cabul

(Ilustrasi) pencabulan (dok.timlo.net/gg)

Karanganyar — Terpidana kasus pencabulan siswinya, Abu Saeri (47) divonis tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar. Menyikapi hal ini, Kementrian Agama (Kemenag) menanti status oknum guru itu berkekuatan hukum tetap.

“Kita menunggu surat dari putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (incraht) terkait status hukum terdakwa. Yang jelas, itu akan mendasari Kemenag menerbitkan SK pemecatan secara tidak hormat,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Karanganyar, Mustain Ahmad kepada Timlo.net, Minggu (11/3).

Abu Saeri diringkus aparat PPA Satreskrim Polres Karanganyar usai dilaporkan orangtua korban di sebuah sekolah madrasah pada Agustus 2017. Ia terbukti mencabuli sejumlah siswinya. Dalam sidang pekan lalu, majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa melanggar pasal 82 ayat 2 dan ayat 4 UU 35 tahun 2014 jo Perpu No 16 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan penjara sembilan tahun oleh jaksa. Pada sidang pekan ini, penasihat hukum maupun JPU akan mengutarakan sikap atas vonis tersebut.

“Meski kasus ini naik banding, keputusan Kemenag mengakhiri karirnya tidak akan berubah. Bahkan sejak dia ditahan polisi tahun lalu, sudah tidak dipercaya mengajar lagi. Selama proses penyidikan hingga persidangan, negara sudah tidak memberikan haknya secara penuh,” kata Mustain.

Untuk diketahui, peristiwa pelecehan seksual sejumlah murid dilakukan Abu pada Juli-Agustus 2017. Modus pelaku dengan meminta korban membantunya mengoreksi ujian tertulis teman-temannya. Abu memanggil korban maju ke depan kelas lalu memangkunya di kursi guru. Di saat itulah ia meraba kemaluan korban setelah menyingkap roknya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge