0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ada Proyek Flyover, Omset Pelaku Usaha di Manahan Turun Drastis

Suasana outlet Sophie Souffle yang berlokasi di kawasan terdampak pembangunan flyover Manahan (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Sejumlah pelaku usaha di kawasan terdampak pembangunan flyover Manahan keluhkan penurunan omset penjualan. Hal itu dipengaruhi karena adanya pengalihan arus lalu lintas yang terjadi di kawasan tersebut.

“Kalau dibanding kondisi sebelumnya omset kita turun drastis. Para pelanggan mungkin malas ke sini, karena jalan diperlintasan rel yang ditutup,” ujar Penanggung jawab outlet Sophie Souffle, Edi Wicaksono kepada wartawan,  Senin (12/3).

Saat kondisi normal, ia mengaku perolehan omset penjualan yang dilakukan dalam sehari bisa mencapai Rp 1 juta. Namun setelah adanya perubahan lalu lintas itu, saat ini baru mendapat pemasukan sekitar Rp 200 ribu. Sehingga penurunannya bisa lebih dari 60 persen.

“Sebenarnya kita sudah bekerjasama dengan layanan Go-Food. Tapi karena selama ini penjualan kita mengandalkan sistem offline, sehingga meskipun sudah bekerjasama dengan aplikasi itu tetap tidak terlalu berdampak banyak, ” terangnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan pelaku usaha lainnya. Pemilik outlet mainan Top RC Store, Aji Sukma menyampaikan, pengalihan arus lalu lintas sebagai dampak dari pembangunan flyover Manahan membuat omsetnya berkurang. Kendati tidak menyebut nominal penurunan penjualan yang dirasakan, namun akibat pembangunan itu akses jalan menuju tempatnya membuka usaha  menjadi sulit dijangkau para pelanggan.

“Pasti berpengaruh, tapi tidak terlalu signifikan. Karena selama ini kita fokus pemasarannya melalui media online, ” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge