0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ritual Mendhak Tirta, Ratusan Umat Hindu Gelar Kirab

Ratusan umat Hindu di Boyolali mengelar ritual Mendhak Tirta atau Melasti dalam rangkaian perayaan Nyepi di Candi Prambanan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan umat Hindu melakukan kirab untuk mengambil air suci di Umbul Siraman Dalem, Pengging, Banyudono. Dalam ritual Mendhak Tirta atau Melasthi tersebut, mengambil air untuk digunakan dalam ritual Tawur Kesanga di Candi Prambanan, Kamis (15/3).

Kirab yang diikuti umat Hindu dari Boyolali, Surakarta dan Sukoharjo, dimulai dari Pura Suci Saraswati, Ngaru-Aru, Banyudono, dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju ke Umbul Siraman Dalem. Selain mengenakan pakaian adat khas Hindu seperti hiasan bunga ditelinga, beragam gunungan hasil bumi turut dikirab sebagai wujud syukur atas limpahan kesejahteraan dan kedamaian di bumi.

“Mendhak Tirta ini rangkaian perayaan Nyepi yang akan digelar Sabtu (17/2) mendatang,” kata Panitia Mendhak Tirta, Parjiyanto, Senin (12/3).

Selain air dari Umbul Siraman Dalem, juga diambil air dari enam sumber lainya. Enam sumber mata air lainnya, lanjut Parjiyanto, antara lain diambil dari Salatiga, Semarang, Klaten, dan Sragen. Nantinya air dari tujuh sumber air tersebut akan digunakan sebagai sarana penyucian diri umat Hindu dengan alam semesta. Dimana umat Hindu akan melakukan ritual Catur Brata sebagai wujud introspeksi diri.

“Sehari penuh umat Hindu tidak melakukan, termasuk tidak makan dan tidur,” jelasnya.

Pemangku Pura Saraswati, Wagiyanto, meski menjadi minoritas di lingkungannya, umat Hindu di Banyudono yang jumlahnya sekitar 400 orang dan tersebar di empat desa, yakni Desa Ngaru-aru, Jembungan, Bendan, Ketaon. Selama ini hidup rukun dan damai dengan umat lainnya.

“Setiap kita merayakan Nyepi, masyarakat sekitar saling mengerti dan selama ini tidak pernah ada gesekan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge