0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Layanan GO BPR Sepi Peminat

Layanan GO BPR saat ditunjukan salah satu karyawan BPR (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Layanan aplikasi GO BPR yang dikembangkan oleh Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Soloraya bersama Archiepelago Digital dinilai belum efektif bagi sejumlah pelaku BPR. Pasalnya, sejak aplikasi itu diluncurkan sampai dengan saat ini hampir belum ada nasabah yang berhasil dijaring melalui layanan tersebut.

“Persisnya seperti apa saya belum memantau terkait layanan GO BPR di kantor. Tapi sejauh ini sepertinya aplikasi itu baru sebatas marketing digital. Sehingga pemanfaatannya belum bisa dirasakan secara maksimal,” ujar Direktur utama BPR Gunung Mas Klaten Sunarji saat dihubungi wartawan, Kamis (8/3).

Karena dianggap masih sebatas marketing digital. Sehingga untuk mencari para nasabah, para petugas masih harus bekerja keras atau turun lapangan.

Kondisi serupa juga disampaikan pelaku BPR lainnya. Komisaris Utama BPR Artha Sari Sentosa, Sih Yuanti menyampaikan, sejak layanan itu digunakan belum ada nasabah yang melakukan aplikasi sesuai petunjuk dan arahan dalam layanan tersebut.

“Sejauh ini kalau saya melihat masih kurang efektif. Karena belum ada aplikasi yang masuk sama sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua AD (Archiepelago Digital) Studio selaku penyedia aplikasi GO BPR, Edwin Jayandaru secara terpisah menyampaikan, layanan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan kinerja BPR itu diklaim perkembangannya sudah cukup positif. Bahkan sampai dengan saat ini  pencapaian interaktif di GO BPR sudah mencapai 360-an.

“Saya kira ini pencapaian yang cukup bagus. Karena membangun kepercayaan para nasabah itu bukanlah sesuatu yang mudah. Karena market place seperti Lazada dan Zalora membutuhkan waktu beberapa tahun untuk membangun image dan kepercayaan berbelanja secara online,” tandas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge