0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ditagih Biaya Berobat Rp 46 Juta, Sadiyem Surati Jokowi

Sadiyem (62), warga Desa Jatisumo RT 18, Kecamatan Sambungmacan, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sadiyem (62), seorang warga miskin asal Desa Jatisumo RT 18, Kecamatan Sambungmacan, Sragen berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Langkah ini terpaksa dilakukan setelah dia kebingungan lantaran mendapat surat dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Solo, yang berisi tagihan utang sebesar Rp 46 juta.

“Saya terpaksa mengirim surat ke Pak Presiden (Jokowi) untuk minta bantuan, dengan harapan semua biaya berobat anak saya dibebaskan,” keluh Sadiyem, belum lama ini.

Dia bingung, tidak tahu cara mendapatkan uang untuk membayar hutang Rp 46 juta. Hutang itu sendiri untuk tanggungan biaya berobat anaknya, Eko Tekad Gunarto di RSUD Dr Moewardi Solo, tiga tahun lalu.

“Jadi saya kaget saat mendapat surat dari KPKNL isinya tentang tagihan biaya berobat anak saya tiga tahun lalu mencapai Rp 46 juta,” tutur Sadiyem pasrah.

Terkait masalah tersebut, Divisi Hukum dan HAM Gorum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono menjelaskan, pihaknya mendampingi Sadiyem. Karena ada kejanggalan soal biaya berobat anaknya, Eko Tekad Gunarto.

“Kenapa tidak dilakukan penagihan saat itu bila memang ada beban biaya, Tapi tahu-tahu pihak keluarga pada tanggal 23 Februari 2018 mendapat panggilan untuk hadir pada Selasa 6 Maret 2018 di KPKNL Solo,” terang Sri Wahono, Kamis (8/3).

Wahono menyampaikan, Sadiyem diminta menghadap kepala seksi piutang negara, untuk mempertanggung jawabkan piutang negara.

Sebagai warga negara, dia membandingkan dengan kasus Novel Baswedan yang sama-sama warga negara, saat berobat selama 10 hari di luar negeri bisa dibiayai penuh negara. Tapi keluarga Sadiyem yang memiliki hak yang sama, apalagi memiliki Kartu Sehat tidak bisa berobat gratis.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge