0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rencana Pemindahan Baasyir, Kepala Lapas Klaten Belum Tahu

Klaten – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten menyatakan belum menerima informasi pemindahan narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Hal ini menyusul sinyal dari pemerintah agar mendekatkan Baasyir dengan keluarganya di Sukoharjo.

“Sampai dengan siang ini kami belum menerima kabar itu. Lisan maupun tertulis belum ada kabar. Karena biasanya hal- hal seperti itu kebijakan berjenjang,” kata Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Klaten, Budi Priyanto, Selasa (6/3).

Mengingat ketokohan Abu Bakar Baasyir, Budi berpendapat, pemindahan pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo itu ke Lapas Klaten kemungkinan sangat kecil dilakukan. Sebab, kondisi Lapas Klaten secara sarana dan prasarana minim fasilitas.

Dari segi kapasitas bangunan, dia menyebut telah kelebihan kapasitas. Di mana seharusnya menampung 143 warga binaan, namun saat ini dihuni hampir dua kali lipat yakni, 232 orang. Belum lagi dari segi pelayanan kesehatan.

“Lapas Klaten ini lapas kecil, kelas IIB. Kalau lapas yang bagus itu yang ada dokternya. Sedangkan di sini hanya ada satu paramedis, lalu dokter gigi yang itu pun mau pindah. Menurut saya, sekelas Abu Bakar Baasyir setidaknya di lapas standar terkait masalah kesehatan maupun keamanan. (Terdekat di Solo Raya?) Setidaknya kelas IIA yakni Sragen,” papar Budi.

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan, pemindahan Abu Bakar Baasyir dari Lapas Gunung Sindur ke Lapas dekat dengan kediamannya di Sukoharjo oleh pemerintah atas dasar kemanusiaan. Pernyataan itu dia sampaikan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (5/3).

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge