0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dramatis, Undangan Umrah Buat Ngadiyo

Ngadiyo sujud syukur diundang umrah gratis. (ist)

Karanganyar — Penyampaian undangan umrah gratis ke guru ngaji asal Dukuh Jenak, Desa/Kecamatan Ngargoyoso, Ngadiyo, berlangsung dramatis. Semula, pria dua anak ini mengira bakal dipanggil polisi lantaran taman baca yang didirikannya belum ijin.

“Ini kan taman baca. Sudah ada ijin belum? Saya datang ke sini membawa surat panggilan buat bapak. Panggilannya bukan ke kantor polisi, tetapi ke Tanah Suci!” tutur Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto kepada Ngadiyo di taman baca Abunawas di rumahnya, Jumat (2/3).

Ngadiyo seakan tak mempercayai pendengarannya. Kapolres memeluk bahu guru ngaji itu seraya mengulangi lagi perkataannya. Secarik kertas berkop surat Yayasan Sedekah Umrah Nasional (SUN) dibacakannya keras-keras, bahwasanya Ngadiyo terpilih ikut program panggilan umrah ke-17.

“Allahuakbar. La Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Allahuakbar. Ya Allah, Gusti Allah,” ucap Ngadiyo sambil menangis haru kemudian sujud syukur.

Ia dan istrinya, Samiyem saling menatap tanpa berbicara. Masih beraut muka kaget bercampur lelehan air mata, keduanya lalu berpelukan.

Kapolres Karanganyar tidak sendirian menyampaikan kabar gembira itu. Ia didampingi komunitas Pejuang Social Community (PSC), Lentera Shadaqah Sabilillah (LSS), dan SUN.

“Enggak pernah bermimpi umrah. Kalau punya duit sisa, dipakai beli buku buat taman baca. Saya ini hanya lulusan SD. Kepinginnya, anak-anak jangan bernasip seperti saya. Mereka harus pinter. Ternyata Allah punya jalan lain,” tutur Ngadiyo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge