0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Waspadai Peredaran Upal Jelang Pilgub 2018

Upal yang berhasil diamankan oleh polisi (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Peredaran uang palsu (upal) menjadi perhatian khusus menjelang penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018. Pasalnya, pelaku pengedar upal kerapkali memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh keuntungan dari ‘panasnya’ situasi politik di kawasan tersebut.

“Kami akui, peredaran uang palsu alias upal ini bisanya kerap diedarkan saat situasi politik memanas seperti saat ini,” terang Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, baru-baru ini.

Dengan tertangkapnya pelaku pengedar upal bernama Aditya Dimas Prakoso alias Dimas (31) warga Kampung Dawung Wetan RT01/ RW13 Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, kata Kapolsek, pihaknya akan menelusuri siapa pemilik uang palsu yang diedarkan oelh tersangka. Sejauh ini, pihaknya baru mendapat informasi bahwa pengedar upal tersebut merupakan seorang pria dengan sebutan ‘kakek’.

“Kita bekerjasama dengan jajaran kepolisian lain untuk mengungkap peredaran upal dari temuan awal yang berhasil kita bongkar. Pasalnya, jelang Pilkada biasanya dimanfaatkan untuk mengedarkan upal tersebut,” kata mantan Kasat Intelkam Polresta Solo tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memilih warung kecil untuk membelanjakan upal miliknya. Terkadang, mereka hanya berbelanja sekitar Rp10ribu atau Rp20ribu tapi menggunakan uang pecahan Rp100ribu. Bahkan, pelaku tidak peduli dengan barang yang dia beli. Setelah mendapatkan uang kembalian dari pecahan uang palsu yang dibelanjakan, pelaku biasanya langsung kabur dan meninggalkan barang beliannya tersebut.

“Jika ada modus seperti itu, mohon masyarakat berhati-hati dan mengecek keaslian uang yang baru diterima,” kata Kapolsek.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge