0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Petani Kediri Bisa Panen Raya Maret Ini

Petani membawa hasil panen padi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Timlo.net – Petani di Kediri, Jawa Timur (Jatim) ditargetkan bisa panen mencapai 360 ribu ton gabah pada 2018 ini. Luas lahan di Kediri saat ini sekitar 56 ribu hektare.

“Panen raya padi dilakukan pada akhir Februari, Maret, hingga April. Setiap tahun sekitar 360 ribu ton dari luas lahan 56 ribu hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso di Kediri, Jumat (2/3).

Ia mengatakan, di beberapa daerah Kabupaten Kediri sejumlah petani mulai panen. Namun, panen tersebut juga belum banyak. Panen raya baru terjadi pada Maret-April.

Ia mengatakan panen raya di Kabupaten Kediri cukup bagus. Bahkan, selama ini selalu terjadi surplus hingga 59 ribu ton sehingga kebutuhan di kabupaten ini masih terpenuhi.

Bahkan, gabah dari petani di kabupaten tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi juga dijual hingga berbagai daerah misalnya Jakarta, Kalimantan, Surabaya, dan sejumlah daerah lainnya.

Walaupun surplus, ia menegaskan para petani maupun pengelola stok beras nasional perlu memperbaiki manajemen stok mengingat gabah tidak panen setiap bulan, melainkan pada waktu-waktu tertentu.

“Kalau Kabupaten Kediri ini selalu surplus. Antara produksi dan konsumsi, bisa surplus 59 ribu ton. Namun, yang perlu diketahui surplus ada tidak setiap bulan, tapi pada bulan tertentu, sehingga mulai Agusutus manajemen stok harus jalan,” kata dia.

Ia menegaskan, manajemen stok sangat penting untuk mengamankan stok nasional. Dalam pengalaman, akhir tahun seolah-olah kekurangan pangan, padahal stok juga masih mencukupi, bahkan surplus.

“Kami harapkan baik Bulog ataupun swasta yang diberi kewenangan distribusi beras lebih tertib dalam hal mengamankan beras nasional. Jangan terjadi seolah-olah akhir tahun kekurangan pangan, beras, padahal lebih. Jadi, menurut hemat kami juga tidak perlu impor sebab hanya ada kekhawatiran karena panen raya tidak setiap bulan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Kediri Ahmad Kholisun menegaskan, Bulog siap untuk menyerap gabah. Menghadapi panen raya 2018, Bulog bekerja sama dengan 22 mitra dan koperasi Kodim baik di Kediri maupun Nganjuk. Selain itu, Bulog juga membentuk empat satgas pengadaan. Satgas itu bertugas sama dengan mitra untuk penyerapan gabah petani.

“Kami bentuk satgas pengadaan sejumlah empat unit. Tugasnya hampir sama. Satgas ini terjun langsung ke petani ataupun melalui gapoktan dan mitra penggilingan kecil yang belum bermitra dengan Bulog,” kata dia.

Ahmad mengatakan, untuk pembelian beras petani, Bulog telah menetapkan harga fleksibilitas, yang nominalnya lebih besar dari harga pembelian pemerintah (HPP). Jika hingga akhir 2017, harga fleksibilitas adalah HPP ditambah dengan 10 persen, untuk pembelian 2018 adalah HPP ditambah menjadi 20 persen.

“Dulu HPP ditambah dengan 10 persen, saat ini HPP ditambah dengan 20 persen. Fleksibilitas ini adalah harga pembelian pemerintah yang menyesauikan dengan kondisi pasar dan ini berlaku hingga April 2018,” ujarnya.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge