0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Bangjo Perempatan Baturetno Disoal Warga, Ini Gara-Garanya

Bangjo di Perempatan Pasar Baturetno, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Lampu lalulintas (traffic light) atau Bangjo di perempatan Pasar Baturetno, Wonogiri dinilai dapat membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, pengaturan waktu lampu di dua arah (sisi barat dan timur) menyala bersamaan. Bahkan, masyarakat menilai dinas terkait terkesan melakukan pembiaran, karena kondisi ini sudah terjadi beberapa bulan belakangan.

“Dari arah barat dan timur itu kan jalan milik Pemkab, lampunya menyala bersamaan. Saya khawatir kondisi ini dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Soalnya pengguna jalan sama-sama benar dan butuh berjalan, yang dari arah timur mau kebarat dan sebaliknya pun saling adu cepat. Nah, yang paling membahayakan pengendara dari dua arah yang mau belok ke kanan atau ke kiri, padahal lalu lintas di Baturetno ini terbilang ramai dan padat,” ujar warga Baturetno, Yono, Jumat (2/3).

Tambah ngeri lagi, kata Yono, saat jam berangkat kerja atau sekolah. Lalulintas di perempatan tersebut padat merayap. Terlebih kalangan pelajar SMK, dimana mereka ingin cepat sampai sekolah dan asal nyelonong. Belum lagi, Bangjo tersebut menyatu dengan ruas jalan antar provinsi yang intensitas kendaraannya cukup tinggi, hal demikian semakin menambah kerawanan. Padahal, sebut Yono, lampu Bangjo di sisi utara dan selatan pengaturan waktu sejauh ini normal tidak ada kendala.

“Ya bagaimana, wong merasa benar. Semisal dari barat hendak ke utara (Wonogiri) atau ke selatan (Pacitan) langsung geber, padahal dari arah berlawan (timur) juga ada kendaraan yang melaju dengan tujuan sama, nah ini kan sangat membahayakan,” kata dia.

Warga lainnya, Rendi menimpali pernyataan Yono. Bahwa kondisi demikian sudah terjadi beberapa bulan belakangan ini. Ia pun menyayangkan dinas yang tidak peka terhadap keluhan masyarakat. Sebagai orang tua yang memiliki anak pelajar pun sangat khawatir akan keselamatan putra-putri mereka manakala melintas di Bangjo tersebut.

“Misal terjadi kecelakaan kita yang rugi. Maka kami berharap dinas terkait segera turun ke lapangan. Ya disetel ulang waktunya biar tidak menyala bersamaan,” pintanya.

Tak hanya lampu yang menyala bersamaan, imbuh Rendi, Bangjo perempatan Pasar Baturetno pun berbeda dengan Bangjo lainnya. Dimana Bangjo itu menyala normal 24 jam nonstop.

“Setahu saya kalau sudah pukul 22.00 WIB, lampu merah dimana saja itu kan sudah mati, ganti dengan lampu kuning,” tandasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge